Home / RESKRIM

RESKRIM

Maret, 2020

  • 4 Maret

    Tersangka Kasus Pembunuhan Gadis Baduy di Tuntut Hukuman Mati

    IMG-20200304-WA0009.jpg

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN,SERANG | Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan gadis suku baduy SW (13) yang terjadi pada Jumat (30/8/2019) yang lalu di saung lokasi garapan Desa Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Tiga pelaku pembunuhan berhasil di tangkap oleh Satuan Resmob Polda Banten diantaranya AMS, AR dan FQ yang mana dua pelaku berhasil di tangkap di wilayah Kabupaten Lebak dan satu pelaku di tangkap di wilayah Ogan Komiring Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K, M.H, kepada awak media menyampaikan bahwa kasus pembunuhan tersebut sudah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Rangkasbitung dan sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. “Para tersangka kasus pembunuhan dan pencabulan anak di bawah umur warga suku Baduy dituntut maksimal, Satu tersangka atas nama AMS dituntut hukuman mati dan dua tersangka AR dan FQ dituntut 15 tahun penjara” ujar Edy Lanjut Edy menjelaskan dalam proses persidangan yang di gelar di PN Rangkasbitung tersangka AMS didakwa melanggar pasal 340 KUHP dan 81 ayat (1) Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, sementara terdakwa AR dan FQ didakwa dengan pasal 76 D jo pasal 81 ayat (1) UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Ya, untuk tersangka AR sudah di vonis oleh PN Rangkasbitung dengan putusan 15 tahun penjara dan sudah menjalani di LP anak tangerang, sedangkan untuk FQ di tuntut hukuman maksimal 15 tahun penjara dan tersangka AMS di tuntut hukuman mati yang mana proses persidangan akan di gelar kembali oleh PN Rangkasbitung” tutup Edy.

  • 1 Maret

    Satresnarkoba Polres Serang Kota, Amankan 2 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN,Kota Serang, | Jajaran Satresnarkoba Polres Serang Kota Polda Banten berhasil mengamankan dua orang tersangka NS dan S, dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis shabu. Keduanya berhasil di tangkap Sabtu 29 Februari 2020, di Jalan Serang-Jakarta Link. Parung, Keluaran Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang tepatnya, di sebuah gang. “Kedua tersangka NS dan S merupakan warga Kabupaten Tangerang, berhasil diamankan petugas berikut barang bukti narkoba berupa shabu-shabu,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, S.IK., melalui Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana, SH., Minggu (01/3/2020). AKP Wahyu menjelaskan, selain dua orang tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik bening yang diduga berisikan Narkotika jenis shabu, 1 (satu) buah handphone merk XIOMI. “Menurut tersangka NS, dirinya membeli barang haram tersebut atas perintah S. Sementara, dari keterangan S dirinya mendapatkan barang bukti tersebut dari saudara O,” jelasnya. “Dan untuk kepentingan penyidikan, kedua tersangka beserta barang bukti, saat telah diamankan oleh Satresnarkoba Polres Serang Kota,” imbuhnya. “Pelaku kita jerat pasal 114 dan atau pasal 112 dan atau 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Desember, 2019

  • 31 Desember

    Pelaku Pembobol Alfamart Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Lebak

    whatsapp-image-2019-12-31-at-22-21-17

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Lebak – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak Polda Banten berhasil mengungkap enam (6) kasus kriminal selama bulan Desember 2019. Enam kasus yang berhasil diungkap tersebut yaitu, kasus pencurian beras untuk masyarakat miskin, kasus penadah sepeda motor hasil curian, kasus pembobolan ATM, kasus pencurian sepeda motor, kasus penggelapan mobil dan kasus pembobolan minimarket Alfamart. Kaporles Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Aprianto melalui Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto menyampaikan bahwa dari enam (6) kasus tersebut, terdapat 11 tersangka yang diringkus. “Ada beberapa pelaku yang merupakan residivis dalam kasus kriminal yang sama dan otak dari kejahatan yang dilakukan. Beberapa pelaku lain ada yang melarikan diri, dan itu masih kami buru,”kata Wendy, di Mapolres Lebak, Selasa 31 Desember 2019. Dikatakan Wendy bahwa dari masing-masing kasus, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti, baik alat-alat yang digunakan untuk melancarkan aksi kejahatan, senjata tajam untuk menakuti korban, maupun hasil curian seperti sepeda motor, mobil, uang puluhan juta dan barang-barang bernilai puluhan juta. “Masih terus kami kembangkan, terutama kasus pencurian-pencurian kendaraan bermotor yang terjadi apakah terdapat keterkaitan dengan pelaku yang kami tangkap. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat,”terang mantan Kapolsek Balaraja ini. Para pelaku yang diringkus dijerat pasal berbeda. Ancaman hukuman maksimal hingga sembilan tujuh (7) tahun penjara.

April, 2019

  • 21 April

    Jajaran Polsek Cilograng Polres Lebak, Berhasil Tangkap Satu Pelaku Curanmor

    img_20190421_183837

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Lebak – Ada-ada saja kelakuan pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang satu ini, di saat seluruh elemen warga negara Indonesia sedang sibuk-sibuknya melaksanakan pemilihan umum yang merupakan hajat besar bangsa kita. Namun terduga pelaku atas nama YW yang merupakan warga Ciamis, Jawa Barat kelahiran 10 Januari 1985 ini melakukan aksi yang tak terpuji dengan mencuri sebuah kendaraan roda empat jenis pick up warna biru dengan nomor polisi F 8106 UO milik Saiful Lukman dengan tempat kejadian perkara nya di Kampung Lubang Raya, Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Banten. Menurut Aiptu Baron Raya ketika di hubungi via telepon seluler, pada Jum’at (19/4/2019), anggota Polsek Cilograng Polres Lebak sedang melaksanakan siaga di Mako Polsek Cilograng untuk monitor kegiatan pelaksanaan Pemilu 2019. Namun pada Jum’at (19/4/2019) dini hari Mapolsek Cilograng menerima telepon dari warga masyarakat Bayah bahwa telah terjadi curanmor jenis Pick Up losbak dan di perkirakan melaju ke arah Cilograng. Berbekal informasi dari warga masyarakat Bayah tersebut, kemudian dilakukan penghadangan di depan Mako Polsek Cilograng yang di pimpin oleh Pamenwas Polda Banten AKBP Budi Batara, Pamatwil Polres Lebak AKP Asep Jamaludin yang kebetulan sedang melakukan pengamanan pemilu di wilayah hukum Cilograng dan Kanit Reskrim Polsek Cilograng Aiptu Baron Raya berikut Anggota Polsek untuk melakukan penghadangan. Dan pada pukul 01.50 Wib, selang tidak lama kemudian datang kendaraan tersebut dan di hadang selanjutnya diamankan terduga pelaku curanmor berikut kendaraan yang di curinya. “Sekitar pukul 01.50 WIB Jum’at dini hari kami melakukan penghadangan dan langsung di lakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di depan Mapolsek yang di pimpin oleh AKBP Budi Batara dan AKP Asep Jamaludin,” terang Baron. Selain pelaku dan barang bukti kendaraan hasil curian, lanjut Baron, turut di amankan pula barang bukti lainnya, yaitu 1 (satu) buah kunci leter T berikut 2 (dua) buah kunci pas/ring, 1 (satu) buah Handphone, 1 (satu) Lembar SIM B1 PREMAN, 1 (satu) Lembar KTP, 1 (satu) Lembar Kartu ATM BRI, 1 (satu) Lembar Kartu Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Kartu BPJS, 1 (satu) buah dompet kulit warna coklat berisi uang tunai sebesar Rp. 65.000- (enam puluh lima ribu rupiah) serta tas kecil warna hitam. “Dari terduga pelaku, kami amankan kendaraan pick up milik korban beserta barang bukti lainnya yang berupa kartu SIM, KTP, ATM, Kartu Jamsostek, BPJS, Handphone, kunci leter T, kunci pas, dompet, tas kecil beserta sejumlah uang yang kesemuanya milik pelaku,” jelasnya. Aiptu Baron Raya menambahkan pihaknya hanya melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku. Adapun tempat kejadian perkara nya (TKP-red) sendiri berada di wilayah hukum Polsek Bayah. Dan pelaku beserta seluruh barang bukti di kami serahkan ke Polsek Bayah. “Kami hanya melakukan upaya penangkapan dan sedikit interogasi kepada pelaku, berhubung TKP nya berada di wilayah Bayah, ya kami serahkan langsung ke Mapolsek Bayah,” imbuhnya. Dengan adanya kejadian tersebut, Ia berharap, kepada masyarakat agar waspada dan cepat melaporkan segala bentuk tindak kejahatan apapun kepada pihak kepolisian agar ruang gerak para pelaku kejahatan bisa di persempit. “Kami harapkan masyarakat segera lapor kepada kantor polisi dimana pun tercium gelagat kejahatan, sehingga kami selaku pelayan masyarakat dengan sesegera mungkin merespon laporan dari masyarakat,” pungkasnya.

  • 14 April

    Pelaku Pembuang Mayat Dalam Karung Berhasil Ditangkap Polisi

    img-20190414-wa0102

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Pandeglang – Polisi menangkap dua pelaku pembuang mayat yang ditemukan oleh warga di pesisir pantai Pagelaran dan sungai di wilayah Panimbang Kabupaten Pandeglang beberapa hari lalu. Pelaku berinisial B dan S , ditangkap di lokasi yang berbeda. B ditangkap di wilayah Anyer, Banten, sementara S ditangkap di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Mereka turut membantu dalam kasus ini, ditangkap dilokasi yang berbeda. Keduanya berperan sebagai pembuang mayat,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, saat dikonfirmasi di Polres Pandelang, Minggu (14/4/2019). Dari pengakuan tersangka, keduanya dijanjikan imbalan oleh pelaku pembunuhan jika bersedia membuang para korban. B dan S membawa mayat korban yang terbungkus sebuah karung ke tengah laut. “Pelaku diminta membuang mayat di sekitar pesisir Pandeglang. Dengan menggunakan sebuah speedboat, pelaku membuangnya ditengah laut,” terangnya. Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi menambahkan, kedua pelaku yang turut membantu dalam aksi pembunuhan mayat dalam karung tersebut di tangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Pandeglang dan Ditreskrimum Polda Banten. “Dengan menggunakan teknologi dalam pencarian pelaku, hanya B dan S saja baru kami tangkap. Kemudian untuk 4 tersangka lainnya masih dalam upaya pengejeran (DPO),” tambahnya. Dua korban pembunuhan yang ditemukan oleh warga dalam sebuah karung, masing-masing Asep Hidayat asal Lebak ditemukan di pesisir pantai Pagelaran, dan SJP asal Kuningan di sebuah Sungai wilayah Panimbang. Menurut keterangan yang diungkapkan Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, kasus tersebut merupakan sebuah pembunuhan berencana. Kedua Korban memilki kapal dan para pelaku sempat cekcok memperebutkannya hinga berakhir tewasnya korban. Pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan acaman hukuman seumur hidup. “Dugaan sementara motifnya keinginan pelaku ingin menguasai kapal dan barang-barang lainnya milik korban. Dua pelaku yang tertangkap, sebelumnya di imingi-imingi bagi keuntungan hasil dari kapal yang hendak mereka jual,” ujar Edy Sumardi.

  • 13 April

    Resnarkoba Polresta Tangerang Bekuk BD, Pemuda Pemakai Narkoba

    img-20190413-wa0020

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang-  Seorang pemuda pelaku penyalahgunaan Narkoba jenis Sabu, BD (20) berhasil diringkus petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang Polda Banten Di Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda, Kota tangerang, Minggu (07/04/2019) pukul 22.00 WIB Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi melalui Kabidhumas AKBP AKBP Edy Sumardi P SIK MH, Sabtu (13/04/2019) kepada awak media membenarkan tentang keberhasilan tim unit 5 Satresnarkoba Polresta Tangerang dalam amankan seorang pemuda pelaku tindak pidana Narkoba jenis Sabu. Hal yang sama juga disampaikan Kapolresta Tangerang Kombes Pol H M Sabilul Alif SIK Msi bahwa BD berhasil diamankan atas laporan dari masyarakat dan adanya laporan polisi Nomor. : LP /  83 / A / IV / RES.4.2 / Resta.Tng.Tanggal : 07 April 2019. Sabilul menjelaskan, kronologi penangkapan tersangka berawal, Minggu (07/04/2019) sekira pukul 20.00 WIB, informasi dari masyarakat setempat bahwa adanya sebuah rumah yang dilakukan untuk penyalahgunaan Narkoba. Tim unit 5 Satresnarkoba Polresta Tangerang lansung menuju lokasi tersebut, dan mendapatkan pelaku BD. Saat dilakukan penggledahan terdapat 1 bungkus plastik klip bening yang dibungkus dengan kertas warna putih yang diduga berisi sabu dengan berat brutto 0.43 gram yang diakui tersangka milknya. “Untuk tersangka BD akan kita jerat dengan pasal 112 dan pasal 127 undang – undang Narkotika dengan minimal kurungan 4 tahun penjara. Saat ini tersangka dan BB diamankan di Mako Polresta Tangerang” ucap Kapolresta.

  • 12 April

    Polisi Ungkap Kasus Pelaku Pembunuhan Wanita di Lebak, Pelaku Akui Karena Sakit Hati

    img-20190412-wa0055

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Lebak – AZ alias Nia Ramadani (20) wanita bertato yang ditemukan warga mengambang di bawah sebuah jembatan Sungai Ciujung, Cijoro, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu (10/04/2019) lalu ternyata dibunuh oleh temannya sendiri. SS (16) warga Cibadak, Kabupaten Lebak yang kesehariannya berpriofesi yang sama dengan korban sebagai pengamen ditetapkan sebagai tersangka. Kepada petugas ia mengakui perbuatannya dikarenakan sakit hati karena sering dikatai oleh korban dengan kata-kata “Dasar Jablay Murahan”. “Terlihat seperti kecelakaan, tetapi berkat ketelitian penyidik bisa kami ungkap,” kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto S.I.K, M.H. dalam kegiatan press coneference di Mapolres Lebak, Jum’at (12/04/2019). Berawal dari niat jahat pelaku, Nia dengan polosnya mengiayakan ajakn SS untuk mandi disungai Ciujung. Sesaat sebelum tewasnya korban, pelaku berada di dalam air berusaha menarik korban yang sedang di atas sebuah rakit dengan menggunakan kedua tangannya dan berusaha menenggelamkannya. “Usai menarik korban diatas rakit dan menenggelamkan korban, pelaku kemudian naik ke atas rakit sambil memastikan korban tidak muncul ke permukaan. Setelah itu, pelaku berpura-pura panik dan meminta pertolongan kepada teman lainnya yang saat itu sedang bermain air dibawah jembatan,” terangnya. Dari hasil keterangan penyidik, pelaku sebelumnya sudah mengetahui bahwa korban tidak bisa berenang. Kepada penyidik, pelaku mengaku merasa sakit hati karena korban sering sering mengolok-oloknya dengan kata-kata yang tidak mengenakan hatinya. “Pelaku merasa sakit hati karena sering disebut wanita murahan. Pelaku sebelumnya sudah merencakan, mencari sebuah cara untuk membunuh korban,” ungkap Indra Arianto. Sementara itu Kabidhumas Polda Banten menambahkan, ditubuh korban tidak terdapat tanda-tanda telah dilakukan kekerasan. Karena pembunuhan ini sebelumnya sudah direncanakan, pelaku dapat dijerat pasal berlapis, yakni 340 atau 338 atau 351 ayat (3) KUHPidana. “Hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda atau luka yang diakibtkan dari kekerasan. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, ancaman hukumannya maksimal seumur hidup,” ujar Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi. Untuk diketahui, jenazah korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga di daerah Boyolali, Jawa Tengah. Pelaku ditangkap hanya berselang beberapa jam saja usai ditemukannya mayat korban di Sungai Ciujung.

  • 12 April

    Polres Cilegon Gagalkan Upaya Penyelundupan 1.000 Ekor Burung Langka

    img-20190412-wa0054

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Cilegon – Polres Cilegon Polda Banten berhasil mengagalkan penyelundupan 1.000 ekor burung langka digagalkan di Merak, Banten. Penyeludupan sejumlah 1.000 burung itu berasal dari hutan Sumatera Selatan dan hendak diselundupkan ke Pasar Pramuka, Jakarta. Kapolres Cilegon AKBP Rizki A Prakoso, S.I.K, SH melalui Kasat Resktim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana menjelaskan, Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan burung yang di jembatan layang dekat Pelabuhan Merak sekitar pukul 01.30 WIB. Selain burung, polisi mengamankan 2 terduga pelaku penyelundupan yakni UM EF dan MHI. “Menggunakan 1 unit mobil warna hitam dengan Nopol BG 1386 HE yang rencananya burung tersebut akan dijual ke Pasar Pramuka,” jelas Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4/2019). Setelah di interogasi, lanjut Dadi, kedua pelaku mengaku bahwa burung yang mereka bawa tidak dilengkapi dengan dokumen resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah asal “Ketika dilakukan interogasi terhadap para pelaku mengakui bahwa burung–burung tersebut diangkut/dibawa tidak dilengkapi surat ijin/dokumen (SATS–DN) dari BKSDA dan surat/dokumen (SKKH) dari Balai karantina Pertanian, selanjutnya pelaku berikut burung dan kendaraannya dibawa ke Satreskrim Polres Cilegon untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas Kasatreskrim. Atas perbuatan kedua pelaku akan di jerat Undang–undang No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan atau Undang–undang No 16/1992 tentang Karantina Hewan.

  • 9 April

    Identitas Mayat Terkuak, Polisi Kumpulkan Keterangan Saksi dan Keluarga Terdekat

    whatsapp-image-2019-04-08-at-15-05-15

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Tim DVI Polda Banten dan ahli forensik RS Drajat Prawiranegara Kota Serang berhasil ungkap identitas temuan mayat di bibir pantai dekat Hotel Karibea, Tegal Papak, Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu (7/4/2019) pagi. “Identitas korban atas nama Asep Hidayat, berusia sekitar 46 tahun warga Cihara, Kabupaten Lebak, Banten,” kata Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi P, SIK dalam siaran persnya, Senin (8/4/2019). Mayat Asep ditemukan pertamakali oleh seorang pemulung, Saleh (60) yang tak sengaja ia temukan sempat membuat geger warga disekitar lokasi ditemukannya mayat yang telah berhasil diungkap Polda Banten dan jajarannya. “Saat ditemukan, kondisi mayat dalam kondisi membusuk dan tidak ditemukan sehelai identitas sedikitpun. Saat itu tim tidak memungkinkan untuk melakukan identifikasi secara langsung dan segera membawanya ke RSDP Kota Serang untuk dilakukan proses identifikasi,” ungkap Kabidhumas Polda Banten. Saat ditanyakan penyebab pasti mayat tersebut apakah korban dari pembunuhan, Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1996 ini belum dapat memastikannya. “Belum dapat dipastikan, karena saat ditemukan kondisi jenazah berada didalam karung terikat dan ditemukan sebuah batu yang diduga sebagai pemberat agar tidak timbul ke permukaan. Untuk saat ini, penyidik mengumpulkan keterangan dari keluarga terdekat korban” jelasnya.

  • 8 April

    Resmob Polres Cilegon Berhasil Amankan Tiga Pelaku Curanmor

    img-20190408-wa0034

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Cilegon, – Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan press confrence hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di Wilayah Hukum Polres Cilegon, giat Prees confrence tersebut dilaksanakan di Mako Polres Cilegon Senin, (08/04/ 2019) pukul 10.00 Wib. Pada kesempatan itu Kapolres Cilegon AKBP Rizki A Prakoso S.Ik SH, yang di dampingi Kabag Ops Kompol Much Sujatna, Kasat Reskrim Dedi Perdana Putra, dan Kanit Resmob ipda Yogi Fahrizal, kepada wartawan mengatakan, ”Prees confrence tersebut adalah hasil ungkap kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Cilegon, berdasarkan hasil laporan LP/01I ll IRES1.8/2019/Banten/Res Cilegon/ Sek.Anyar, 21 Februari 2019 dan LP I 06 I II I RES 1.8 I 2019 I Banten I Res Cilegon I Sek Cinangka, tanggal 27 Februari 2019 lalu,”ujar Rizki. Tambah Kapolres “Resmob Sat Reskrim Polres Cilegon berhasil mengamankan pelaku yang berinisial BY, ketika tersangka sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat Wama Hitam tanpa Nopol, setelah dilakukan lnterogasi. dirinya mengakui bahwa sepeda motor merk Honda supra Fit Wama silver Nopol A 6204 TV yang dia kendarai adalah hasil pencurian pada hari Kamis 21 Februari 2019 sekira jam 22.30 Wb di WC Pantai Sambolo 2 Kecamatan Anyer,”tuturnya. “Dari proses intrograsi, tersangka mengakui bahwa sebelumnya melakukan curanmor di beberapa TKP lain khususnya di wilayah Kecamatan Anyer – Kec Cinangka Kabupaten Serang sebanyak 11 kali. Berdasarkan keterangan tersebut Unit Resmob langsung bergerak dan melakukan pengejaran terhadap kelompok curanmor dan berhasil menangkap pelaku lnisilial RH 37 tahun warga kampung Cibawang Kubang Baros, Serang, pelaku berinisial SY 31 tahun warga Kampung Kamasan Cinangka, Serang dan WH 33 tahun warga Kampung Muncan Kamasan Serang. Kini ketiga pelaku dijerat bagaimana yang dimaksud dalam Pasal 363 Ayat (1) ke 3e. 4e dan 5e KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,”jelas Rizki. Sementara itu Kapolda Banten melalui Kabid Humas Edy Sumardi S.Ik saat di temui disela-sela kesibukannya dirinya menghimbau, ”kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada saat memarkirkan kendaraan motor dan meminta kepada petugas parkir untuk berperan aktif bersama polisi, ikut mengawasi lingkungannya dan mencegah terjadinya tindak kriminal dari incaran pelaku ranmor,”ujarnya. Lanjut Edy “penangkapan pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Polres Cilegon itu tandanya kejahatan masih ada di sekitar kita, maka dari itu kita harus berhati-hati, khususnya masyarakat yang sedang memarkirkan kendaraan bermotor, agar selalu memperhatikan kendaraan yang diparkirnya dan selalu mengunci ganda kendaraannya dan menitipkan kendaraannya pada petugas parkir yang ada,” imbuhnya.