Home / RESKRIM / Reskrimsus

Reskrimsus

Sediakan Layanan Plus Plus, Panti Pijat Golden Spa di Gerebek Polisi

gld

TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN  – Maraknya bisnis esek-esek berkedok panti pijat tradisional (Pitrad), membuat sebagian masyarakat resah. Kali ini, Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Sat Reskrim Polres Serang berhasil mengungkap sebuah panti pijat ++. Bisnis esek-esek yang berlokasi di sebuah Ruko di Jl Serang – Jakarta Km 68, Julang, Cikande Kabupaten Serang yang berkedok panti pijat sebagai tempat bisnis prostitusi terselubung, Rabu (03/05). Dalam pengungkapan bisnis esek-esek itu, polisi menetapkan satu orang tersangka berinisial HN (30) warga Kecamatan Bandung Pamarayan, Serang Banten pengelola yang juga pemilik dari panti pijat Golden Spa tersebut. Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung menjelaskan, jika penggerebekan terhadap sebuah panti pijat yang melayani hubungan badan layaknya suami-istri itu berdasar informasi dari masyarakat. “Awalnya kami dapat informasi dari masyarakat terkait panti pijat yang melayani service plus-plus,” katanya. Dari informasi yang didapat, petugas melakukan pemantauan dan penyelidikan terhadap Ruko tersebut. Saat petugas mendapati tamu yang memasuki sebuah ruangan, tak lama berselang dilakukan penggerebekan. “Kami mendapati seorang tamu terapis berada di satu kamar dalam keadaan telanjang,” ujar AKP Gogo Galesung. Dari keterangan tersangka HN, dirinya baru 8 bulan menjalankan bisnis tersebut. Sementara untuk tarifnya, dia mamatok harga  Rp 120 ribu untuk pijat biasa. Sedangkan Rp200 ribu untuk layanan plus. “yang mana Rp120 ribu dibayarkan ke kasir dan yang Rp75 ribu dibayarkan kepada terapis ,” katanya. Sementara itu, dalam prakteknya sendiri, HN memperkerjakan puluhan orang terapis yang rata-rata berusia 25-40 tahun. HNbsudah diamankan di Mapolres Serang. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 296 atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana mempermudah perbuatan cabul dan mengambil keuntungan didalamnya, dengan ancaman hukuman penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Read More »

NEKAD EDARKAN UANG PALSU RUPIAH 4 ORANG WARGA KAWIDARAN DICIDUK

img_1489

  TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN – Jajaran Polsek Panongan berhasil meringkus empat (4) pelaku pengedar uang palsu yakni R (33), A (43), S (33) dan AA (42), dijelaskan Kapolsek Panongan AKP Trisno T Uji saat menggelar Press Release di Aula Polsek Panongan, Selasa (7/3). Peredaran uang palsu ini terungkap dari adanya informasi warga masyarakat tentang transaski uang rupiah palsu di Kampung Kawidaran, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, “Awalnya R (33) ditangkap  di Kawidaran, dengan barang bukti dua lembar uang palsu pecahan Rp.100.000,” ujar Kapolsek. Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tiga pelaku lainnya yakni A (43), S (33) dan AA (42) di tempat yang berbeda, sementara itu, Divisi Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia Afriana Damayanti mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja Polsek Panongan atas pengungkapan peredaran uang palsu di wilayah hukum Polres Kota Tangerang. “Uang palsu ini secara kasat mata sangat mirip dengan uang asli, namun perbedaanya dapat dilihat dengan cara metode 3D (diraba, diterawang, dilihat),” ungkap Afriana Damayanti, warna uang kertas palsu hasil tidak setajam atau sebagus uang asli. Pada uang asli bisa dilihat pada bagian kiri bawah ada optical variable x. Proses atau teknik cetak uang asli dengan pigment tinta khusus. Dengan begitu bisa dikatakan warnanya akan berubah-ubah seiring perubahan sudut pandang mata kita. Begitu juga dengan benang pengaman uang asli. Benang itu akan berubah warna kalau dilihat dari sudut pandang tertentu, “Uang palsu tidak menghasilkan efek perubahan warna,” tutur Afriana Damayanti. Ditempat terpisah Wakasat Reskrim Polres Kota Tangerang AKP Nana Supriatna, SH, M.H mengatakan akan melakukan pengembangan lebih lanjut guna memberikan efek jera terhadap para pelaku yang berusaha mengedarkan uang palsu. “Kami akan terus kembangkan kasus ini, dengan harapan dapat mengungkap kasus lebih besar lagi seperti agen maupun tempat pembuatannaya,”ujar AKP Nana Supriyatna, Keempat pelaku terancam dijerat dengan UU No.7 Tahun 2011 Pasal 36 ayat 2 dan 3 tentang Mata Uang.

Read More »

Pengungkapan Pabrik Tahu Yang Menggunakan Zat Berbahaya

tahu2

Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Banten dibawah pimpinan AKBP DANI ARIANTO S.IK., MH dan BPOM Prov Banten telah melakukan penindakan terhadap rumah produksi tahu Sumber Rezeki di Ds. Karang Harja Kec. Cisoka Kab. Tangerang, rabu 14/9/2016. Rumah produksi tahu ini diduga menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dilarang berupa peroxide (kaporit), zat ini sangat berbahaya jika di konsumsi data mengakibatkan luka lambung, kerusakan hati dan ginjal. Dalam sehari, Rumah produksi ini memproduksi 1,5 ton tahu dengan harga jual Rp. 2.500/ptg, sehingga dalam sehari pemilik mendapatkan omset sebesar Rp. 20.000.000, hasil produksi tahu yang dhasilkan di pasarkan di wilayah Cisoka, Curug dan Balaraja Kab. Tangerang. Pemilik rumah produksi berinisial E, diamankan dan dibawa untuk dimintai keterangan di Mapolda Banten, atas perbuatan ini pelaku diduga melanggar Pasal 136 huruf b junto pasa 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman paling ama 5 tahun penjara atau denda paling banyak 10.000.000.000.- (sepuluh milyar rupiah).

Read More »

Program 100 hari Kapolri Ditreskrimsus melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai POM Prov Banten

Dalam implementasi dari Program 100 hari Kapolri serta mendukung kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas dari penyidik Polri Ditreskrimsus Polda Banten telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai POM Prov Banten pada rabu, 24 Agustus 2016 lalu. Rapat koordinasi yang bertempat di ruang rapat Ditreskrimsus Polda Banten ini dipimpin oleh AKBP Dani Arianto dan dihadiri oleh Kepala Balai POM Prov Banten dan Penyidik Pegawai Sipil di BPOM Prov Banten. Hasil yang didapat dari rakor tersebut dapat diketahui sebagaiberikut : – Dalam hal penyelidikan dan penindakan terkait tindak pidana pangan, Penyidik subdit 1 Indag dan PPNS BPOM Prov Banten siap sinergitas / bersama-sama untuk melakukan kegiatan tersebut. – BPOM Prov Banten siap memberikan bantuan ahli dalam hal penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus, – Terkait bantuan penyelidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag dalam hal uji laboratorium sample pangan atau sejenisnya, pihak BPOM Prov Banten siap untuk membantu dengan tidak melalui prosedur yang lama cukup dilakukan koordinasi secara intensif – Kegiatan sinergitas dalam penyelidikan dan penyidikan akan dilaksanakan berkelanjutan antara penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus dengan PPNS BPOM Prov Banten.

Read More »

DIR RESKRIMSUS POLDA BANTEN UNGKAP TAHU MENGGUNAKAN KAPORIT

Sub Dit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus bersama penyidik PPNS dan Lab BPOM berhasil mengungkap industri rumah tangga yang memproduksi tahu yang diduga menggunakan bahan campuran Peroxide. Rumah Tangga tersebut berada di Kp. Julang, Desa Julang Kec. Cikande. Pemilik bernama Sdr. Wahyu langsung diamankan untuk kemudian dimintai keterangannya di Polda Banten. Dari hasil kegiatan tersebut Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa tahu mentah berwarna putih, tahu yang telah di goreng, serta cairan Peroxide. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Lab BPOM Kab. Serang. Berikut ini adalah bahaya mengkonsumsi peroxide: 1. Luka Bakar Ketika hidrogen peroxide terkena luka atau bagian kulit yang luas maka juga bisa menyebabkan luka bakar yang serius. Pada awalnya memang hanya terasa perih dan kurang nyaman. 2. Muntah Hidrogen peroxide yang tertelan juga bisa menyebabkan muntah dan nyeri perut yang sangat kuat. Hal ini terjadi ketika bahan peroxide bisa menyebabkan terbentuknya gelembung yang berada di dalam perut. Hasilnya maka orang yang menelan bahan ini akan muntah. 3. Luka Lambung. Ketika Hidrogen peroxide tertelan maka juga bisa menyebabkan nyeri dan luka lambung. Luka lambung terjadi sebab ada bagian selaput tipis pada lambung yang tidak tahan terhadap luka bakar dari hidrogen peroxide. 4. Kerusakan Fungsi Hati dan Ginjal. (Menurut kepala BPOM) ketika peroxide dikonsumsi terus menerus maka akan mempengaruhi kerja fungsi hati dan ginjal.

Read More »

Polda Banten Berhasil Tangkap Kapal Diduga Jual-Beli 400 Ribu Liter Premium Ilegal di Tengah Laut Jawa

upload-29-agustus-2016-press-release-bbm-pulo-ampel

tribratanewsbanten.com – Kepolisian Daerah Banten, akhirnya mengamankan Kapal MT Elektra, yang bermuatan BBM jenis premium sebanyak ±400 ribu liter.  Kapal  jenis tangker ini, didapati telah melakukan kegiatan niaga atau jual beli BBM jenis premium tanpa dilengkapi dengan perijinan dan dokumen yang sah, serta mencari keuntungan dari hasil usaha niaga BBM tersebut. Kepala Kepolisian Daerah Banten, Brigjen Pol Drs Ahmad Dofiri yang langsung datang ke lokasi tempat pengamanan kapal ini, mengungkapkan bahwa BBM yang berada di kapal MT Elektra diketahui berasal dari kapal tangker yang diperoleh dari tengah laut Jawa. BBM itu diperoleh dengan cara membeli sisa dari muatan kapal tangker. Kapal tersebut tertangkap pada hari Jumat tanggal 26 Agustus 2016 sekitar pukul 11.00 Wib di saat kapal sedang sandar di jetty Pelabuhan Pelindo II Cabang Banten, di Desa Pulo Ampel Kabupaten Serang. “Untuk yang mengangkut, kemudian meniagakan atau memperdagangkan bahan bakar berupa minyak maupun gas yang tidak ada izin itu jelas ada sanksinya,” tegas Kapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri. Tersangka dijerat Pasal 323 ayat 1 UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 600.000.000, (enam ratus juta rupiah), Pasal 53 huruf b dan d UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang pengangkutan dan niaga BBM tanpa izin.

Read More »

Rakor Bersama Penyidik Pegawai Sipil di BPOM Prov Banten

29-08-2016-reskrimsus-laporan-pelaksanaan-tgs-kordinasi-bpom1-1

tribratanewsbanten.com – Dalam implementasi dari Program 100 hari Kapolri serta mendukung kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas dari penyidik Polri Ditreskrimsus Polda Banten telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai POM Prov Banten pada rabu, 24 Agustus 2016 lalu. Rapat koordinasi yang bertempat di ruang rapat Ditreskrimsus Polda Banten ini dipimpin oleh AKBP Dani Arianto dan dihadiri oleh Kepala Balai POM Prov Banten dan Penyidik Pegawai Sipil di BPOM Prov Banten. Hasil yang didapat dari rakor tersebut dapat diketahui sebagaiberikut : Dalam hal penyelidikan dan penindakan terkait tindak pidana pangan, Penyidik subdit 1 Indag dan PPNS BPOM Prov Banten siap sinergitas / bersama-sama untuk melakukan kegiatan tersebut. BPOM Prov Banten siap memberikan bantuan ahli dalam hal penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus, Terkait bantuan penyelidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag dalam hal uji laboratorium sample pangan atau sejenisnya, pihak BPOM Prov Banten siap untuk membantu dengan tidak melalui prosedur yang lama cukup dilakukan koordinasi secara intensif Kegiatan sinergitas dalam penyelidikan dan penyidikan akan dilaksanakan berkelanjutan antara penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus dengan PPNS BPOM Prov Banten.

Read More »

DITRESKRIMSUS POLDA BANTEN UNGKAP TAHU MENGGUNAKAN KAPORIT

26-08-2016-ditreskrimsus-polda-banten-ungkap-tahu-menggunakan-kaporit

tribratanewsbanten.com – Sub Dit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus bersama penyidik PPNS dan Lab BPOM berhasil mengungkap industri rumah tangga yang memproduksi tahu yang diduga menggunakan bahan campuran Peroxide. Rumah Tangga tersebut berada di Kp. Julang, Desa Julang Kec. Cikande. Pemilik bernama Sdr. Wahyu langsung diamankan untuk kemudian dimintai keterangannya di Polda Banten. Dari hasil kegiatan tersebut Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa tahu mentah berwarna putih, tahu yang telah di goreng, serta cairan Peroxide. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Lab BPOM Kab. Serang. Berikut ini adalah bahaya mengkonsumsi peroxide: Luka Bakar Ketika hidrogen peroxide terkena luka atau bagian kulit yang luas maka juga bisa menyebabkan luka bakar yang serius. Pada awalnya memang hanya terasa perih dan kurang nyaman. Muntah Hidrogen peroxide yang tertelan juga bisa menyebabkan muntah dan nyeri perut yang sangat kuat. Hal ini terjadi ketika bahan peroxide bisa menyebabkan terbentuknya gelembung yang berada di dalam perut. Hasilnya maka orang yang menelan bahan ini akan muntah. Luka Lambung. Ketika Hidrogen peroxide tertelan maka juga bisa menyebabkan nyeri dan luka lambung. Luka lambung terjadi sebab ada bagian selaput tipis pada lambung yang tidak tahan terhadap luka bakar dari hidrogen peroxide. Kerusakan Fungsi Hati dan Ginjal. (Menurut kepala BPOM) ketika peroxide dikonsumsi terus menerus maka akan mempengaruhi kerja fungsi hati dan ginjal.

Read More »