Home / RESKRIM / Reskrimsus

Reskrimsus

Januari, 2019

  • 10 Januari

    Direktorat Reserse Kriminal Polda Banten Teken Fakta Integritas Reskrim Rasa Baru “Rakyat Menunggu”

    whatsapp-image-2019-01-10-at-12-58-23

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten melakukan penandatanganan Fakta Integritas Reskrim Rasa Baru yang bertema ‘Reskrim Rasa Baru’ melalui penyidikan yang cepat, tepat, dan tuntas “RAKYAT MENUNGGU” di Rupatama Polda Banten. Kamis (10/01/2019). Kegiatan penandatanganan pakta integritas tersebut dihadiri oleh, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Yohanes Hernowo. S.I.K., M.H, Dirreskrimum Polda Banten Kompes Pol. Novri Turangga. S.I.K., M.H., M.Si , Dirreskrimsus Polda Banten kombes pol Abdul Karim S.I.K ., M.Si , para kasat reskrim jajaran Polda Banten dan personil Reskrim Polda Banten sebanyak 100 orang. Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Yohanes Hernowo. S.I.K., M.H. mengatakan, pihaknya akan terus membenahi dan sistem management penyidikan berbasis IT untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang nyaman, mudah, murah dan berkualitas. “Hilangkan budaya koruptif, arogansi kekuasaan, dan kekerasan eksesif yang dapat menurunkan Citra Polri, bangun budaya gakkum yang semakin humanis dan melayani,” tegasnya. Kepada seluruh personel pengemban fungsi Reskrim, ia menekankan agar melaksanakan penegakkan hukum sesuai dengan ketetapan dan peraturan yang berlaku. “Segera ungkap kasus-kasus yang meresahkan masyarakat dan menjadi sorotan publik, laksanakan gakkum yang selaras dengan kebijakan pemerintah, serta hindari upaya gakkum yang kontra produktif dan tingkatkan koordinasi dan solidaritas dengan CJS,baik melalui kegiatan formal maupun informal,” pungkasnya. (op/id)

  • 7 Januari

    Penyidik Ditreskrimsus Polda Banten Selidiki Mahalnya Biaya Perawatan Korban Tsunami di RSKM

    whatsapp-image-2018-12-27-at-10-14-48

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Penyidik Ditreskrimsus Polda Banten dan Polres Cilegon sampai saat ini masih mendalami kasus terkait dugaan adanya pungutan terhadap pasien korban bencana tsunami yang dirawat di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, korban dibebankan biaya pengobatan sebesar 17 juta rupiah. Kabid humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi S.Ik, menerangkan, korban bernama Nafis Umam, laki-laki berumur 8 th, warga Ramanuju Cilegon, yang dirujuk dari RSUD Berkah Pandeglang pada tanggal 23 Desember 2018 karena menderita patah tulang bahu, saat mengalami Tsunami Banten, sehingga Korban harus dilakukan tindakan medis yaitu operasi dan dilanjutkam rawat inap untuk proses penyembuhan. “Pihak rumah sakit, kepada keluarga korban melakukan penagihan terhadap biaya pengobatan sejumlah 17 Juta rupiah. Oleh pihak keluarga korban sudah dibayar sekitar 10,5 juta, dan sudah dicover oleh BPJS sebanyak 2,9 juta. Sehingga sisa kekurangan pembayaran sejumlah 3,6 juta, Itulah yang membuat keluarga korban merasa sangat keberatan dan menganggap biaya nya terlalu mahal,” kata Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi. Sampai saat ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Banten bersama Polres Cilegon masih terus melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan para saksi. “Sampai saat ini, ada 12 Orang saksi yang kita mintai keterangan, terdiri dari dua orang saksi korban, diantaranya Sulastri (Ibu Korban) dan Slamet (Paman Korban). Sementara itu, sepuluh saksi dari Pihak RSKM sudah diperiksa oleh penyidik,” papar Kabidhumas Polda Banten. Penyidik akan memastikan, lanjut Kabid humas Polda Banten, status RSKM apakah merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan swasta dengan melakukan pemeriksaan ahli dari Ditjen AHU Kemenkumham.

Agustus, 2018

  • 2 Agustus

    Polisi Ungkap Ketumbar Berbahan Kimia di Kabupaten Serang

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Petugas Unit Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Serang membongkar pencucian rempah-rempah jenis ketumbar dengan cairan kimia berbahaya di Kampung/Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Minggu (29/7/2018). Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan SI alias DG (39) dan KN yang diduga sebagai pelaku pencucian. Sementara barang bukti yang diamankan sebanyak 170 karung ketumbar dengan berat 25 kg/karung serta ratusan drum plastik cairan H2O2 yang ditaksir sebanyak 2 ton. SI terancam dijerat Pasal 163 Undang-Undang No 18 Tahun 1995 tentang tindak pidana pangan. Bahan bumbu dapur tersebut adalah milik MI, warga Pesing, Jakarta Barat, yang dikirim oleh KN. Pelaku KN diamankan petugas Krimsus Polres Serang di rumahnya, Minggu (29/7/2018). Sedangkan MI saat ini masih dalam pencarian. Ketiganya sudah beroperasi selama 1 tahun, Pencucian dilakukan pelaku dengan mencampurkan bahan makanan berupa bumbu dapur jenis ketumbar dengan campuran kimia berbahaya berupa H2O2 (hidrogen peroksida) yang biasa digunakan untuk tekstil. Ketumbar yang sudah dijemur dimasukkan ke karung lalu dikirim kembali ke Pesing untuk dipasarkan. Tersangka SI mendapatkan bahan kimia tersebut dari KN. Ia mendapatkan upah mencuci ketumbar sebesar Rp8.000/karung. Alasan mencuci dengan menggunakan kimia agar ketumbar terlihat lebih bersih hingga harga pun lebih mahal. (am/id/rus)

Mei, 2017

  • 4 Mei

    Sediakan Layanan Plus Plus, Panti Pijat Golden Spa di Gerebek Polisi

    gld

    TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN  – Maraknya bisnis esek-esek berkedok panti pijat tradisional (Pitrad), membuat sebagian masyarakat resah. Kali ini, Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Sat Reskrim Polres Serang berhasil mengungkap sebuah panti pijat ++. Bisnis esek-esek yang berlokasi di sebuah Ruko di Jl Serang – Jakarta Km 68, Julang, Cikande Kabupaten Serang yang berkedok panti pijat sebagai tempat bisnis prostitusi terselubung, Rabu (03/05). Dalam pengungkapan bisnis esek-esek itu, polisi menetapkan satu orang tersangka berinisial HN (30) warga Kecamatan Bandung Pamarayan, Serang Banten pengelola yang juga pemilik dari panti pijat Golden Spa tersebut. Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung menjelaskan, jika penggerebekan terhadap sebuah panti pijat yang melayani hubungan badan layaknya suami-istri itu berdasar informasi dari masyarakat. “Awalnya kami dapat informasi dari masyarakat terkait panti pijat yang melayani service plus-plus,” katanya. Dari informasi yang didapat, petugas melakukan pemantauan dan penyelidikan terhadap Ruko tersebut. Saat petugas mendapati tamu yang memasuki sebuah ruangan, tak lama berselang dilakukan penggerebekan. “Kami mendapati seorang tamu terapis berada di satu kamar dalam keadaan telanjang,” ujar AKP Gogo Galesung. Dari keterangan tersangka HN, dirinya baru 8 bulan menjalankan bisnis tersebut. Sementara untuk tarifnya, dia mamatok harga  Rp 120 ribu untuk pijat biasa. Sedangkan Rp200 ribu untuk layanan plus. “yang mana Rp120 ribu dibayarkan ke kasir dan yang Rp75 ribu dibayarkan kepada terapis ,” katanya. Sementara itu, dalam prakteknya sendiri, HN memperkerjakan puluhan orang terapis yang rata-rata berusia 25-40 tahun. HNbsudah diamankan di Mapolres Serang. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 296 atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana mempermudah perbuatan cabul dan mengambil keuntungan didalamnya, dengan ancaman hukuman penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Maret, 2017

  • 7 Maret

    NEKAD EDARKAN UANG PALSU RUPIAH 4 ORANG WARGA KAWIDARAN DICIDUK

    img_1489

      TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN – Jajaran Polsek Panongan berhasil meringkus empat (4) pelaku pengedar uang palsu yakni R (33), A (43), S (33) dan AA (42), dijelaskan Kapolsek Panongan AKP Trisno T Uji saat menggelar Press Release di Aula Polsek Panongan, Selasa (7/3). Peredaran uang palsu ini terungkap dari adanya informasi warga masyarakat tentang transaski uang rupiah palsu di Kampung Kawidaran, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, “Awalnya R (33) ditangkap  di Kawidaran, dengan barang bukti dua lembar uang palsu pecahan Rp.100.000,” ujar Kapolsek. Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tiga pelaku lainnya yakni A (43), S (33) dan AA (42) di tempat yang berbeda, sementara itu, Divisi Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia Afriana Damayanti mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja Polsek Panongan atas pengungkapan peredaran uang palsu di wilayah hukum Polres Kota Tangerang. “Uang palsu ini secara kasat mata sangat mirip dengan uang asli, namun perbedaanya dapat dilihat dengan cara metode 3D (diraba, diterawang, dilihat),” ungkap Afriana Damayanti, warna uang kertas palsu hasil tidak setajam atau sebagus uang asli. Pada uang asli bisa dilihat pada bagian kiri bawah ada optical variable x. Proses atau teknik cetak uang asli dengan pigment tinta khusus. Dengan begitu bisa dikatakan warnanya akan berubah-ubah seiring perubahan sudut pandang mata kita. Begitu juga dengan benang pengaman uang asli. Benang itu akan berubah warna kalau dilihat dari sudut pandang tertentu, “Uang palsu tidak menghasilkan efek perubahan warna,” tutur Afriana Damayanti. Ditempat terpisah Wakasat Reskrim Polres Kota Tangerang AKP Nana Supriatna, SH, M.H mengatakan akan melakukan pengembangan lebih lanjut guna memberikan efek jera terhadap para pelaku yang berusaha mengedarkan uang palsu. “Kami akan terus kembangkan kasus ini, dengan harapan dapat mengungkap kasus lebih besar lagi seperti agen maupun tempat pembuatannaya,”ujar AKP Nana Supriyatna, Keempat pelaku terancam dijerat dengan UU No.7 Tahun 2011 Pasal 36 ayat 2 dan 3 tentang Mata Uang.

November, 2016

September, 2016

  • 15 September

    Pengungkapan Pabrik Tahu Yang Menggunakan Zat Berbahaya

    tahu2

    Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Banten dibawah pimpinan AKBP DANI ARIANTO S.IK., MH dan BPOM Prov Banten telah melakukan penindakan terhadap rumah produksi tahu Sumber Rezeki di Ds. Karang Harja Kec. Cisoka Kab. Tangerang, rabu 14/9/2016. Rumah produksi tahu ini diduga menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dilarang berupa peroxide (kaporit), zat ini sangat berbahaya jika di konsumsi data mengakibatkan luka lambung, kerusakan hati dan ginjal. Dalam sehari, Rumah produksi ini memproduksi 1,5 ton tahu dengan harga jual Rp. 2.500/ptg, sehingga dalam sehari pemilik mendapatkan omset sebesar Rp. 20.000.000, hasil produksi tahu yang dhasilkan di pasarkan di wilayah Cisoka, Curug dan Balaraja Kab. Tangerang. Pemilik rumah produksi berinisial E, diamankan dan dibawa untuk dimintai keterangan di Mapolda Banten, atas perbuatan ini pelaku diduga melanggar Pasal 136 huruf b junto pasa 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman paling ama 5 tahun penjara atau denda paling banyak 10.000.000.000.- (sepuluh milyar rupiah).

  • 9 September

    Program 100 hari Kapolri Ditreskrimsus melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai POM Prov Banten

    Dalam implementasi dari Program 100 hari Kapolri serta mendukung kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas dari penyidik Polri Ditreskrimsus Polda Banten telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai POM Prov Banten pada rabu, 24 Agustus 2016 lalu. Rapat koordinasi yang bertempat di ruang rapat Ditreskrimsus Polda Banten ini dipimpin oleh AKBP Dani Arianto dan dihadiri oleh Kepala Balai POM Prov Banten dan Penyidik Pegawai Sipil di BPOM Prov Banten. Hasil yang didapat dari rakor tersebut dapat diketahui sebagaiberikut : – Dalam hal penyelidikan dan penindakan terkait tindak pidana pangan, Penyidik subdit 1 Indag dan PPNS BPOM Prov Banten siap sinergitas / bersama-sama untuk melakukan kegiatan tersebut. – BPOM Prov Banten siap memberikan bantuan ahli dalam hal penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus, – Terkait bantuan penyelidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag dalam hal uji laboratorium sample pangan atau sejenisnya, pihak BPOM Prov Banten siap untuk membantu dengan tidak melalui prosedur yang lama cukup dilakukan koordinasi secara intensif – Kegiatan sinergitas dalam penyelidikan dan penyidikan akan dilaksanakan berkelanjutan antara penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus dengan PPNS BPOM Prov Banten.

  • 9 September

    DIR RESKRIMSUS POLDA BANTEN UNGKAP TAHU MENGGUNAKAN KAPORIT

    Sub Dit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus bersama penyidik PPNS dan Lab BPOM berhasil mengungkap industri rumah tangga yang memproduksi tahu yang diduga menggunakan bahan campuran Peroxide. Rumah Tangga tersebut berada di Kp. Julang, Desa Julang Kec. Cikande. Pemilik bernama Sdr. Wahyu langsung diamankan untuk kemudian dimintai keterangannya di Polda Banten. Dari hasil kegiatan tersebut Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa tahu mentah berwarna putih, tahu yang telah di goreng, serta cairan Peroxide. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Lab BPOM Kab. Serang. Berikut ini adalah bahaya mengkonsumsi peroxide: 1. Luka Bakar Ketika hidrogen peroxide terkena luka atau bagian kulit yang luas maka juga bisa menyebabkan luka bakar yang serius. Pada awalnya memang hanya terasa perih dan kurang nyaman. 2. Muntah Hidrogen peroxide yang tertelan juga bisa menyebabkan muntah dan nyeri perut yang sangat kuat. Hal ini terjadi ketika bahan peroxide bisa menyebabkan terbentuknya gelembung yang berada di dalam perut. Hasilnya maka orang yang menelan bahan ini akan muntah. 3. Luka Lambung. Ketika Hidrogen peroxide tertelan maka juga bisa menyebabkan nyeri dan luka lambung. Luka lambung terjadi sebab ada bagian selaput tipis pada lambung yang tidak tahan terhadap luka bakar dari hidrogen peroxide. 4. Kerusakan Fungsi Hati dan Ginjal. (Menurut kepala BPOM) ketika peroxide dikonsumsi terus menerus maka akan mempengaruhi kerja fungsi hati dan ginjal.