Home / News / Penangkapan Pelaku Pengerusakan Mapolsek Bayah Telah Dapat Restu Dari Toga dan Tomas

Penangkapan Pelaku Pengerusakan Mapolsek Bayah Telah Dapat Restu Dari Toga dan Tomas

640x400_polsek_byh_gotong_j-01


|
TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Kota Serang – Tiga belas pelaku pengerusakan Mapolsek dan aksi pembakaran kendaraan operasional Polsek Bayah kini menempati sel tahanan Mapolda Banten. Penangkapan ke tiga belas pelaku ini telah mendapatkan dukungan dari tokoh agama serta masyarakat setempat.

“Kita meminta dukungan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat meminta restu untuk menindak secara hukum para pelaku perusakan. Kami membagi anggota baik Polda dan Polres (Lebak) melakukan penangkapan terhadap pelaku pengrusakan,” ujar Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, di Mapolda Banten, Rabu (16/05) pagi.

Menurut Kapolda, kemarahan serta aksi pengerusakan Mapolsek Bayah ini ditengarai dugaan masyarakat dan kelompok nelayanan setempat telah terjadi penangkapan dua nelayan di kawasan pesisir. Sempat mencari tak kunjung ditemukan, akhirnya ramai-ramai warga kunjungi Mapolsek Bayah.

“Pihak Polsek menerangkan bahwa tidak adanya penangkapan, warga merasa tidak percaya. Disaat itulah timbul ketegangan dan kemudian mulai melakukan aksi pengrusakan Mapolsek,” tuturnya.

Pihak kepolisian mengumpulkan anggota operasional yang bertugas dilapangan untuk melihat satu-persatu anggota kepada kedua korban. Dari sekian anggota, korban mengaku tidak ada mengenali wajah anggota yang melakukan penangkapan terhadap mereka.

“Seluruh anggota operasional Reserse, Intel, kita tunjukan satu-satu kami kehadapkan H. Anwar dan Bubun untuk mengetahui apakah benar apa ada anggota yang melakukan penangkapan. Sampai akhir pemeriksaan, korban tidak ada yang mengenali wajah-wajah yang kita tunjukan,” terangnya.

Pihak Kepolisian bergerak cepat dengan mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat untuk menjelaskan situasi sebenarnya. Dihadapan mereka, pihaknya menjelaskan terjadi kekeliruan bahwa tidak adanya anggota Polsek Bayah maupun anggota lainnya yang melakukan penangkapan.

Untuk mencegah terjadinya hal serupa terhadap pengrusakan Mapolsek dan kendaraan operasional Kepolisian. Kapolda serta jajarannya menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat sekitar.

“Terkait dengan perisitiwa pengrusakannya sendiri, kami meminta dukungan kepada tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada hal ini tidak bisa dibiarkan. Apabila ini dibiarkan akan menjadi hal yang buruk dan kemungkinan terulang dikemudian hari,” ungkapnya.

Sampai saat ini, jajaran Ditreskrimum Polda Banten masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang saat ini tengah dalam pengejaran. Terkait pengrusakan Mapolsek Bayah, 16 orang diamankan untuk menjalani proses hukum.

“Dari 16 orang, tiga orang kita kembalikan. Karena memang belum ditemukan adanya alat bukti. Kita lebih pertajam kepada 13 orang yang sudah kita amankan. Tiga orang terkait pembakaran mobil dinas, sisanya 10 orang para pelaku pengrusakan dengan menggunakan kayu dan batu bersama melakukan pengrusakan Mapolsek Bayah,” kata Kapolda.

………………………….
Kontributor : Tim
Editor           : Rusnata
Publish         : iman

About admin

Check Also

whatsapp-image-2018-09-23-at-01-43-57

Lepas 174 Balon, Banten Siap Gelar Pemilu 2019 Damai, Aman Dan Sejuk

|TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang- Wakapolda Banten Kombes Pol Tomex Korniawan, Beserta Pejabat Utama (PJU) Polda Banten menghadiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *