Ini Penjelasan Polda Banten Tentang Pemberlakuan Tilang Manual

Serang – Sejumlah daerah seperti di Kota Depok Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi hingga Jakarta telah memberlakukan kembali tilang manual.

Informasi yang diperoleh, pemberlakuan tilang manual tersebut dikarenakan beberapa alasan. Diantaranya, masih ada daerah yang belum memiliki kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan penindakan khusus bagi pengendara yang melanggar lalu lintas seperti kendaraan tanpa pelat nomor, knalpot bising, melawan arus, balap liar dan pelanggaran yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, wacana pemberlakuan tilang manual sudah dibahas sejak tahun 2022.

Namun, sampai saat ini belum ada petunjuk dan arahan (jukrah) yang resmi dari pimpinan kepolisian. “Sampai saat ini belum ada jukrah resmi tentang pemberlakuan tilang manual, namun wacana ini sudah disampaikan dari tahun 2022,” kata Didik pada Senin (23/01).

Terkait dengan belum terpasangnya kamera ETLE di wilayah lain seperti di Polres Lebak, Polres Kota Tangerang dan Polres Lebak, pelaksanaan tilang dapat dilakukan dengan kamera ponsel atau portabel. “Bisa dilaksanakan dengan tilang portabel menggunakan kamera ponsel,” ujar Didik.

Didik menjelaskan, Polda Banten dan jajaran masih dapat melakukan tilang manual kepada pelanggaran lalu lintas tertentu. Seperti, kendaraan dengan plat nomor yang tidak sesuai dan kendaraan tanpa plat nomor.

“Pemberlakuan tilang manual dimaksudkan untuk menindak pelanggar yang tidak terjaring oleh sistem ETLE seperti plat nomor yang bukan kendaraanya dan kendaraan tanpa plat,” tutur alumnus Akpol 1999 tersebut.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah melarang seluruh polisi lalu lintas untuk melakukan penindakan tilang pengendara secara manual.

Instruksi tersebut diberikan setelah adanya arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada jajaran pimpinan Polri dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Adapun instruksi larangan menggelar tilang secara manual tersebut dimuat dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

Pelarangan tilang manual tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadi pungutan liar (pungli) oleh oknum polisi. (Bidhumas)

Lulus Sarjana, Yuk Daftar Polisi di Polda Banten, Ini Persyaratannya

Serang – Kabar gembira bagi putra dan putri lulusan sarajana di Banten bahwa telah dibuka pendaftaran menjadi anggota Polri melalui seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2023 yang dibuka pada Selasa (24/01) hingga Minggu (29/01).

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu menyampaikan bahwa dalam penerimaan SIPSS Tahun 2023 terdapat persayaratan umum dan persyaratan khusus.

“Polri kembali memberikan kesempatan kepada lulusan sarjana yang ingin mendaftarkan diri sebagai Perwira Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2023,” ujar Dwita Kumu saat dikonfirmasi pada Senin (23/01) pagi.

Dwita Kumu menjelaskan persayaratan umum untuk mengikuti seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 diantaranya berumur paling rendah 18 tahun, maksimal 40 tahun untuk Dokter Spesialis, maksimal 30 tahun untuk S2 dan S2 Profesi, maksimal 28 tahun untuk S1 Profesi, maksimal 26 tahun untuk S1 dan D IV, sehat jasmani dan bebas narkoba, tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisan (SKCK) dari Polres setempat.

Dwita Kumu mengatakan bahwa seleksi penerimaan SIPSS adalah sekolah pendidikan kepolisian untuk lulusan D4, Sarjana (S1), Sarjana Profesi (S1-Profesi), S2 dan S2 Profesi.

“Untuk yang Dokter Spesialis diantaranya Spesialis Anastesi, Spesialis Anak, Spesialis Kandungan, Spesialis Bedah, Spesialis Patologi Klinik, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Forensik, S-2: S-2 Keperawatan, S-2 Teknik Elektro (Data Enginering), S-2 Psikologi (Profesi). Kemudian untuk yang S-1 diantaranya S-1 Kedokteran Umum (Profesi), S-1 Kedokteran Gigi (Profesi), S-1 Farmasi (profesi Apoteker), S-1 Keperawatan (Profesi), S-1 Biologi (Murni), S-1 Fisika (Murni), S-1 Kimia (Murni), S-1 Teknik Informatika (Programming), S-1 Teknik Informatika (Jaringan), S-1 Sistem Informasi (Programming), S-1 Sistem Informasi (Jaringan), S-1 Teknik Metalurgi, S-1 Teknik Industri, S-1 Ilmu Komunikasi (Jurnalistik), S-1 Ilmu Komunikasi (Public Relation), S-1 Psikologi, S-1 Arsitektur, S-1 Hubungan Internasional, S-1 Sastra Perancis, S-1 Pendidikan Bahasa Perancis, S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia, S-1 Pendidikan Bahasa Arab, S-1 Pendidikan Bahasa Korea, S-1 Pendidikan Bahasa Jepang, S-1 Akuntansi, S-1 Statistika dan S-1 Ilmu Administrasi Negara,” jelas Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu.

Dwita Kumu menambahkan bahwa untuk yang berijazah D IV adalah Ahli Nautika Tk. III (wajib memiliki ijazah Ahli Nautika Tk. III dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia).

“Khusus untuk Prodi Kedokteran, Dokter Umum, dan Dokter Gigi wajib telah memiliki Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) atau Surat Tanda Registrasi (STR) definitif,” kata Dwita Kumu.

Untuk lulusan yang berasal dari Perguran Tinggi atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi minimal B (yang menggunakan Instrumen Akreditasi 7 Standar) atau akreditasi minimal Baik (yang menggunakan Instrumen Akreditasi 9 Standar atau IAPS 4.0 dan IAPT 3.0), akreditasi berlaku pada saat dan setelah tahun kelulusan sesuai Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2022, dengan IPK minimal 2,75 serta wajib melampirkan ijazah yang dilegalisir/diketahui oleh Pembantu Dekan bidang Akademik (berlaku untuk S-1 maupun S-2). Bagi lulusan Perguruan Tinggi di luar begeri wajib melampirkan surat keputusan penyetaraan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud.

“Dalam seleksi penerimaan SIPSS persyaratan khusus lainnya yaitu tinggi badan minimal pria 158cm dan wanita 155cm dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku dan pendidikan akan dilaksanakan di Akpol Semarang selama 6 bulan,” ucap Dwita Kumu.

Diakhir, Dwita Kumu mengajak kepada lulusan sarjana di Banten agar mendaftarkan diri sebagai anggota Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 di Polda Banten.

“Inilah waktunya bagi para putra dan putri lulusan sarjana untuk mendaftarkan diri sebagai Perwira Polri dalam memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tandasnya.

Untuk info lebih lengkap bisa di akses melalui link https://penerimaan.polri.go.id atau bisa datang langsung ke Biro SDM Polda Banten. (Bidhumas)

Kapolsek Cibeber Polres Cilegon Cek Korban Penganiayaan Yang Dilakukan Segerombolan Pemuda

Cilegon – Kapolsek Cibeber Polres Cilegon Polda Banten bersama anggota reksrim melakukan pengecekan tempat kejadian perkara penganiayaan dan mengecek kondisi korban penganiayaan yang terjadi di sekitar Lampu merah PCI sampai Jalur Lingkar Selatan pada Senin (23/01).

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro melalui Kapolsek Cibeber AKP Suhel menjelaskan bahwa pada Senin (23/01) sekitar pukul 08.40 Wib Kapolsek Cibeber beserta unit reskrim Polsek Cibeber melakukan pengecekan ke RSKM terkait adanya informasi dugaan adanya korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang. “Betul kami mendapat informasi terkait penganiayaan dugaan adanya korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terjadi di sekitar Lampu merah PCI sampai Jalur Lingkar Selatan pada Sabtu (21/01) sekitar pukul 04.30 Wib,” ucap Suhel pada Senin (23/01).

Suhel menambahkan bahwa korban benar dikeroyok oleh sekumpulan pemuda. “Setelah dilakukan pengecekan di RSKM diketahui korban bernama AH (20) warga Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang dan berdasarkan keterangan dari Orang tua korban yaitu NN (44) bahwa korban putranya yang bernama AH berboncengan dengan rekannya RI (20) pada sabtu (21/01) sekitar pukul 04.30 Wib saat berkendara di sekitar jalan Lingkar Selatan korban terhalangi oleh sebuah kendaraan Truk yg berhenti di sebabkan adanya beberapa pemuda yang tidak dikenal menumpang Truk secara ilegal turun dari truk tersebut, karna merasa jalur kendaraannya di halangi korban AH mengucapkan kata minggir kepada rombongan pemuda yang turun dari truk tersebut dan selanjutnya korban AH di keroyok di lokasi tersebut namun salah satu rekan korban RI berhasil melarikan diri karena takut dikeroyok oleh orang yang tidak dikenal selanjutnya Korban di bawa Ke RS. Kurnia Kramat watu oleh keluarga korban untuk penanganan sementara, selanjutnya korban di rujuk Ke RSKM para Minggu (22/01) sekitar pukul 16.00 Wib,” jelas Suhel.

Suhel mengatakan dampak dari kejadian tersebut korban mengalami beberapa luka ditubuhnya. “Akibat kejadian tersebut korban AH mengalami luka robek dan memar di bagian mulut,” ucap Suhel.

Ditempat terpisah Kasatreskrim Polres Cilegon Polda Banten AKP Mochmad Nandar menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan dilakukan oleh geng motor. “Kejadian tersebut bukan dilakukan oleh geng motor melainkan korban AH dikeroyok oleh sekelompok pemuda tidak dikenal yang baru turun dari Truk,” ucap Nandar.

Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten bekerjasama dengan Polsek Cibeber Polres Cilegon akan berupaya semaksimal mungkin melakukan penangkapan. “Kami Satreskrim Polres Cilegon bersama Polsek Cibeber berupaya semaksimal mungkin melakukan penangkapan kepada para pelaku pengeroyokan terhadap korban AH dan kasusnya dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Terakhir Nandar memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk mengawasi anak-anak dan tidak ragu untuk melaporkan tindak kejahatan yang terjadi. “Kami Polres Cilegon menghimbau kepada para orang tua untuk mengawasi putra dan putrinya untuk tidak terlibat atau menjadi korban penganiayaan dan pastikan pukul 22.00 Wib putra dan putrinya sudah berada dirumah dan apabila masyarakat mengetahui adanya tindak pidana atau meresahkan masyarakat segera hubungan Polsek terdekat atau ke call Center 110 Polres Cilegon Polda Banten,” tutup Nandar (Bidhumas).

Kapolsek Ciruas: KRYD Salah Satu Cermin Cinta Kita Kepada Masyarakat

Serang-Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polsek Ciruas Polres Serang guna memberikan himbauan Kamtibmas untuk mencegah kejahatan dan mewujudkan Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Ciruas pada Minggu (22/01) Pukul 21.00 Wib.

Kapolsek Ciruas Kompol Hasan Khan menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel yang selalu semangat melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Ia juga mengatakan, semua itu bukti cinta kita dalam melaksanakan kewajiban menjalankan amanah sebagai insan Polri serta tetap selalu menjaga kewaspadaan dan keselamatan diri masing-masing dalam melaksanakan tugas. “Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Hasan.

Hasan menambahkan, kegiatan razia ini adalah untuk membubarkan tongkrongan muda mudi, antisipasi gangster dan merazia miras. “Petugas juga menyambangi kegiatan ronda malam, sidak penduduk pendatang dan patroli dialogis dengan sasaran objek vital,” jelas Hasan.

Petugas menyisir jalan raya dengan kendaraan dinas dan turun untuk memantau situasi di lokasi yang dianggap rawan sekaligus menemui masyarakat sambil memberikan himbauan Kamtibmas.(Bidhumas)

Polsek Cisoka Polresta Tangerang Berhasil Ringkus Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas

Tangerang – Polsek Cisoka Polresta Tangerang bersama Subdit Jatanras Polda Banten meringkus AM (33) terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban seorang pria meninggal dunia berinisial BJ (23), Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sigit Dany Setiyono menerangkan, AM ditangkap di rumahnya di Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Senin (23/01) dan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (22/01) sekitar pukul 04.00 Wib di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. “Pada Minggu (22/01), kami mendapat laporan bahwa warga menemukan seorang pria yang sudah meninggal dunia di sebuah gubuk,” kata Sigit.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi TKP dan melakukan identifikasi karena jenazah pria yang tidak terdapat identitas. Selain itu, dari keterangan saksi, korban dibawa oleh sekitar 4 orang dengan 2 sepeda motor. “Dari keterangan saksi, korban dibawa oleh sekitar 4 orang dengan 2 motor kemudian ditinggal begitu saja di gubuk itu,” terang Sigit.

Warga yang kemudian menemukan korban, segera melaporkan ke Polsek Cisoka dan dari hasil identifikasi Tim Inafis Polresta Tangerang, ditemukan beberapa luka di bagian kepala, badan, dan tangan korban. “Setelah dilakukan identifikasi ditemukan beberapa luka di bagian kepala, badan, dan tangan korban sehingga patut diduga korban meninggal akibat penganiayaan oleh sejumlah orang,” tutur Sigit.

Polisi pun bergerak cepat untuk mengungkap kasus itu. Setelah melakukan penyelidikan, hanya dalam waktu sehari, polisi berhasil mengidentifikasi identitas korban dan juga membekuk terduga pelaku penganiayaan yakni tersangka AM. “Berdasarkan keterangan tersangka AM, mengakui telah menganiaya korban dan tersangka melakukan aksinya bersama temannya yang saat ini masih dalam pengejaran,” papar Sigit.

Terakhir Sigit mengatakan saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan mendalam. “Saat ini, tersangka AM masih menjalani pemeriksaan mendalam. Selain itu, polisi juga masih memburu tersangka lainnya,” tutup Sigit (Bidhumas).

Respon Cepat, Satreskrim Polres Cilegon Cek TKP Penemuan Mayat

Cilegon – Unit Identifikasi Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten bergerak cepat melakukan pengecekan penemuan seorang mayat perempuan dalam keadaan tanpa busana bertempat di Bedeng Jaksa, Kelurahan Jombang Kali Kecamatan Jombang Kota Cilegon pada Senin (23/01) sekitar pukul 09.00 Wib.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro melalui Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Mochmad Nandar membenarkan bahwa Unit Identifikasi Satreskrim Polres Cilegon telah melakukan pengecekan dan olah TKP penemuan mayat seorang perempuan. “Benar, telah ditemukan seorang mayat perempuan dalam keadaan tanpa busana yang diketahui bernama Saudari AL (35),” kata Nandar saat dikonfirmasi.

Kemudian Nandar menjelaskan kronologi kejadian tersebut. “Menurut keterangan saksi, pada awalnya tetangga kontrakan korban AL yang bernama Saudari IH (46) merasa curiga karena dari semalam tidak mendengar suara dari kontrakan korban AL, kemudian IH mengetuk-ngetuk pintu kontrakan korban AL, namun tidak dibuka, diketahui pintu tidak terkunci, dengan rasa penasaran serta ketakutan saudari IH membuka pintu dan ditemukan korban AL diatas sofa dalam keadaan terlentang tanpa busana yang sudah tidak bernyawa,” jelas Nandar.

Adapun informasi yang diperoleh dari saudari IH, bahwa korban AL yang sudah 5 hari sakit, diketahui punya penyakit paru-paru dan korban AL tinggal di kontrakan seorang diri. Selanjutnya jenazah AL dibawa ke RSUD Cilegon.

Diakhir Nandar menerangkan hasil olah TKP yang telah dilakukan Satreskrim Polres Cilegon. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban AL, untuk itu Satreskrim Polres Cilegon akan memanggil pihak keluarga terkait persetujuan akan dilakukan otopsi terhadap korban,” tutup Nandar. (Bidhumas)

Cegah Kejahatan Jalanan, Personel Satbrimob Polda Banten Lakukan Patroli Kamtibmas

Serang – Personel Satbrimob Polda Banten rutin melaksanakan patroli di malam hari. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menjaga dan mencegah gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten khususnya di malam hari. Selain patroli cipta kondisi 3C, personel Satbrimob juga menyambangi masyarakat yang sedang berkumpul pada Minggu (22/01) malam.

Saat dikonfirmasi Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Dede Rojudin membenarkan kegiatan tersebut. “Ini salah satu upaya dalam menjaga situasi Kamtibmas dan personel memonitor langsung situasi keadaan pada malam hari,” ujar Dede Rojudin pada Senin (23/01).

“Hal tersebut dilakukan dalam rangka cipta kondisi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan tadi malam hingga dini hari, patroli kamtibmas gabungan dilakukan di wilayah hukum Polresta Serang Kota,” kata Dede Rojudin,

Lebih lanjut Dansat Brimob Polda Banten menjelaskan jika patroli kamtibmas dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan dan antisipasi timbulnya kejahatan jalanan.

“Potensi gangguan kamtibmas yang terjadi di malam hari kerap kali terjadi di antaranya tawuran, geng motor, begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maupun tindak pidana lainnya,” ucap Dede Rojudin.

Dalam patrolinya, personel mendatangi beberapa tempat yang biasa dijadikan tempat berkumpul dan tempat-tempat yang dianggap rawan kejahatan.

“Personel mengimbau warga yang membawa kendaraan agar berhati-hati dan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci sebelum meninggalkan tempat parkir serta segera kembali ke rumah jika sudah tidak ada keperluan di luar,” tutup Dede Rojudin. (Bidhumas)

Ini Penjelasan Polda Banten Tentang Pemberlakuan Tilang Manual

Serang – Sejumlah daerah seperti di Kota Depok Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi hingga Jakarta telah memberlakukan kembali tilang manual.

Informasi yang diperoleh, pemberlakuan tilang manual tersebut dikarenakan beberapa alasan. Diantaranya, masih ada daerah yang belum memiliki kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan penindakan khusus bagi pengendara yang melanggar lalu lintas seperti kendaraan tanpa pelat nomor, knalpot bising, melawan arus, balap liar dan pelanggaran yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, wacana pemberlakuan tilang manual sudah dibahas sejak tahun 2022.

Namun, sampai saat ini belum ada petunjuk dan arahan (jukrah) yang resmi dari pimpinan kepolisian. “Sampai saat ini belum ada jukrah resmi tentang pemberlakuan tilang manual, namun wacana ini sudah disampaikan dari tahun 2022,” kata Didik pada Senin (23/01).

Terkait dengan belum terpasangnya kamera ETLE di wilayah lain seperti di Polres Lebak, Polres Kota Tangerang dan Polres Lebak, pelaksanaan tilang dapat dilakukan dengan kamera ponsel atau portabel. “Bisa dilaksanakan dengan tilang portabel menggunakan kamera ponsel,” ujar Didik.

Didik menjelaskan, Polda Banten dan jajaran masih dapat melakukan tilang manual kepada pelanggaran lalu lintas tertentu. Seperti, kendaraan dengan plat nomor yang tidak sesuai dan kendaraan tanpa plat nomor.

“Pemberlakuan tilang manual dimaksudkan untuk menindak pelanggar yang tidak terjaring oleh sistem ETLE seperti plat nomor yang bukan kendaraanya dan kendaraan tanpa plat,” tutur alumnus Akpol 1999 tersebut.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah melarang seluruh polisi lalu lintas untuk melakukan penindakan tilang pengendara secara manual.

Instruksi tersebut diberikan setelah adanya arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada jajaran pimpinan Polri dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Adapun instruksi larangan menggelar tilang secara manual tersebut dimuat dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

Pelarangan tilang manual tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadi pungutan liar (pungli) oleh oknum polisi. (Bidhumas)

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Kasemen Polresta Serang Kota Laksanakan Patroli Dialogis

Serang – Personel Polsek Kasemen Polresta Serkot melaksanakan patroli dialogis antisipasi gangguan Kamtibmas di seputaran Kelurahan Kasemen Kecamatan Kasemen Dalam kegiatan ini, personel memberi beberapa himbauan kepada warga,Senin (23/01/2023)

Sementara Kapolresta Serkot Kombes Pol Nugroho Arianto  S.I.K.,M.H. melalui Kapolsek Kasemen AKP Ugum Taryana, S.H. mengatakan, patroli tersebut dilaksanakan personel ke sejumkah titik tempat beraktivitasnya masyarakat serta lokasi yang dianggap rawan.

“Personel menyambangi warga yang sedang beraktivitas, kemudian mengimbau agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” Sebut Kapolsek Kasemen, AKP Ugum.

Selain itu, warga juga diminta untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketentraman warga lainnya. Dan segera melapor ke pos Polisi terdekat jika melihat hal yang mencurigakan.

“Tujuan dari patroli ini, yaitu memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di Wilayah hukum Polsek Kasemen, serta membangun hubungan yang harmonis antara Kepolisian dengan warga,”Terangnya.

Diharapankan dengan patroli dialogis yang dilakukan secara rutin ini, kiranya dapat mencegah gangguan Kamtibmas dan mewujudkan situasi yang aman dan kondusif. Tambah Kapolsek Kasemen AKP Ugum.  

Sampaikan Pesan Kamtibmas, Polsek Kasemen Polresta Serang Kota Rutin Gelar Patroli Dialogis

Serang – Bhabinkamtibmas Polsek Kasemen Bripka Aris Sofyan,S.H melaksanakan kegiatan Patroli, sekaligus menyampaikan himbauan kepada warga masyarakat di wilayah Kampung Sairah Kelurahan Bendung Kecamatan Kasemen Kota Serang, pada Senin (23/01/2023)

Patroli Dialogis tersebut, dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga situasi keamanan, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), di wilayah Desa Binaanya, agar selalu dalam keadaan aman, dan kondusif.

Bhabinkamtibmas, menyempatkan untuk berdialog sejenak, sembari memberikan pesan-pesan Kamtibmas.

“Apabila ada permasalahan di Desa, yang dapat diselesaikan secara adat, agar bersama-sama Bhabinkamtibmas, untuk dilakukan pemecahan masalah (problem solving)”ujarnya 

Sementara Kapolresta Serkot Kombes Pol Nugroho Arianto  S.I.K.,M.H. melalui Kapolsek Kasemen AKP Ugum Taryana, S.H. menjelaskan bahwa Dalam Patroli Dialogis tersebut, Bhabinkamtibmas juga menghimbau kepada warga masyarakat, apabila mengetahui, atau menemukan suatu gangguan Kamtibmas, agar dapat dengan segera menghubungi Polsek, atau Bhabinkamtibmas yang bertugas di Desa Binaanya, untuk membantu percepatan informasi, dan pemecahan masalah.tandasnya.

Exit mobile version