Home / RESKRIM / Resnarkoba

Resnarkoba

Januari, 2019

  • 20 Januari

    Ditresnarkoba Polda Banten, Ringkus 2 Pelaku Saat Transaksi Narkoba Jenis Sabu

    img-20190120-wa0015

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Narkoba telah menjadi permasalahan yang sangat serius di berbagai negara di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Kali ini, seorang oknum Lurah, di salah satu Kecamatan Petir dan se orang pengedar ditangkap Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten yang diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Keduanya yakni D (34) Yang bekerja sebagai seorang Lurah (Kades) dan temannya F (31) pekerjaan swasta. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 1 (satu) paket klip bening berisikan sabu-sabu. Kapolda Banten Irjen Pol Drs Irjen Pol Tomsi Tohir melalui Direktur Reserse Narkoba Polda Banten Kombes Pol Yohanes Hernowo SIK MH, membenarkan penangkapan oleh jajaran Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten di pinggir jalan Penancangan Pipa Gas Kota Serang, Jumat, (18/01/2019) sekira pukul 15.30 wib. Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi Minggu, (20/01/2019) menjelaskan penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi peredaran gelap dan penyalahgunaaan Tindak Pidana Narkotika jenis sabu-sabu di sekitar jalan Penancangan Pipa Gas Kota Serang. Atas informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan alhamdulillah berhasil mengamankan 2 (dua) orang yang diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan, alhasil, ditemukan 1 paket klip bening berisikan sabu-sabu yang dibungkus dalam kemasan coklat chocolatos, terang AKBP Edy. Selanjutnya, tim melakukan interogasi terhadap tersangka F (31) dan membenarkan bahwa barang haram tersebut merupakan pesanan D (34), yang ternyata bekerja sebagai Se orang Lurah (Kades), di salah satu kecamatan Petir, Kab. Serang, ungkap AKBP Edy kepada awak media. Untuk kepentingan penyidikan, saat ini tersangka dan barang bukti diamankan ke Mako Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, kedua pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) lebih Sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda di atas Rp 10 miliar. Edy Juga Menambahkan, dengan keberhasilan Ditresnarkoba Polda Banten mengungkap pelaku peredaran narkob ini, maka polri khususnya polda banten, telah mencegah peredaran barang haram tersebut di masyarakat dan polri telah berhasil selamatkan ratusan jiwa manusia dari upaya peredaran tersebut.

  • 18 Januari

    Miliki Ganja Jenis Gorila, WJ Ditangkap Satnarkoba Polres Lebak

    ungkap-kasus-narakoba

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Lebak – Satnarkoba Polres Lebak mengamankan seorang pemuda asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. WJ (21) diamankan petugas di halaman parkir sebuah kantor ekspedisi, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta, Cijoro, Kabupaten Rangkasbitung, Jumat (18/01/2019). Kabidumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi membenarkan bahwa telah terjadi tindak pidana penyalagunaan narkotika berbahaya (Narkoba) terhadap WJ yang diduga atas kepemilikan 5 (lima) bungkus plastik bening berisikan daun kering narkotika golongan 1 (Gorila). “Ya, memang ada penangkapan terhadap WJ oleh Satnarkoba Polres Lebak. Saat ditangkap oleh petugas, WJ didapati membawa Narkotika golongan 1 atau yang biasa kami sebut Gorila. Barang tersebut disimpan dalam lipatan kaos warna hitam pada paket jasa pengiriman barang,” kata Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi. Penangkapan WJ beradasarkan info dari masyarakat, lanjut Edy Sumardi, laporan informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Satnarkoba Polres Lebak dan melakukan penyelidikan. “Dari informasi yang didapat dari masyarakat kemudian kita lakukan penyelidikan. Dan ternyata saat petugas mengamankan pelaku tidak menemukan apa yang dicari. Kemudian petugas membuka sebuah kotak paketan ekspedisi, disitu tim menemukan 5 bungkus plastik bening yang kami duga adalah narkoba jenis gorila,” ungkap AKBP Edy Sumardi. (id)

  • 17 Januari

    4 Orang Pemain Judi Remi Diamankan Reskrim Polresta Tangerang

    whatsapp-image-2019-01-17-at-20-03-52

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Unit IV Ranmor Satreskrim Polreta Tangerang berhasil ungkap kasus tindak pidana perjudian Kecamatan Kronjo, Tangerang, Rabu (16/01/2019) pukul 18.30 WIB. Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi melalui Kabid Humas AKBP Edy Sumardi P SIK kepada awak media, kamis (17/01/2019) membenarkan tentang adanya keberhasilan anggota Unit Reskrim Polresta Tangerang dalam pengungkapan kasus tindak pidana perjudian seperti hal yang dimaksud pasal 363 KUHP. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / A / / I/2019/Resta Tangerang, Tanggal (16/01/2019) pelaku yang diamankan HL (54), SH (41), AG (65) dan PN (40).”Barang Bukti yang berhasil kuta amankan 1 set kartu remi isi 52 dan uang tunai sebesar Rp.6.970.000,”ungkap Edy Mantan Wakapolresta Pekanbaru ini menjelaskan Kronologi atas penangkapan tersangka berdasarkan adanya laporan dari masyarakat bahwa seringnya dilokasi tersebut dijadikan tempat ajang perjudian. Tanpa waktu lama tim Opsnal Polresta Tangerang lansung bergerak cepat dan mengamankan 4 orang tersangka teraebut. “Saat ini ke empat orang tersangka beserta barang bukti kita amankan di Mapolresta Tangerang untuk proses lebih lanjut,”tutup Edy

  • 17 Januari

    Ditresnarkoba Polda Banten Ajak Remaja Utamakan Prestasi Bukan Narkoba

    img_20190117_131000

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang- Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan Pelajar dan Remaja, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten melakukan pembinaan dan penyuluhan ke Siswa/Siswi dan mahasiswa di SMK Al-husen Tunjung Teja Serang, Rabu (16/01/2019). Puluhan Siswa/Siswi dan mahasiswa sangat Antusias mengikuti sosialisasi penyuluhan tentang penyalahgunaan narkotika dan Upaya penegakan hukum yang di sampaikan oleh Kasubag Anev Binops Narkoba Kompol Jamaludin Chaniago, SH “Sosialisai kali ini di ikuti sebanyak 86 orang Siswa/Siswi dan mahasiswa baru sebanyak , siswa sangat antusias untuk mengenal berbagai jenis obat terlarang, bahaya narkoba, sehingga dalam pergaulan bisa membedakan mana jenis obat terlarang tidak bisa ditipu ketika di luar lingkungan sekolah ”ujar Kompol Jamaludin Chaniago, SH Lebih Lanjut, Kompol Jamaludin Chaniago, SH mengatakan bahwa Ditresnarkoba Polda Banten akan selalu memberikan himbauan kepada para remaja khususnya para pelajar untuk menghindari narkoba. “Kami akan selalu melakukan Sosialisasi kepada para siswa dan mahasiswa, karena usia remaja tergolong dalam usia rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, karena di usia ini sedang tumbuh kembang dan proses pencarian jati diri, diharapkan para siswa dan mahasiswa dapat menjauhi dan dapat mengetahui cara menghindari narkoba, ” Katanya Sementara itu Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir, Msi melalui Kabid humas Polda Banten Akbp Edy Sumardi Priadinata, S.I.K, M.H mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan bagi generasi muda diwilayah Indonesia, Kepolisian Daerah Banten akan selalu mengajak para remaja untuk mengutamakan prestasi tidak mudah untuk ikut-ikutan mengkonsumsi narkoba “Dengan memberikan materi mengenai cara mencegah penyalahgunaan narkoba supaya anak-anak muda yang merupakan aset bangsa, harapan bangsa ini tidak mudah dengan bujukan oknum- oknum tertentu yang dengan sengajah merusak generasi muda, serta tidak ikut-ikutan untuk mengkonsumsi Narkoba, dan Utamakan Prestasi, ” Ujar Kabid Humas Polda Banten Kamis (17/01/2019). (Adm)

  • 17 Januari

    Demi Beli Susu Anak, Perempuan di Tigaraksa Jual Narkoba

    whatsapp-image-1

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Polresta Tangerang, Polda Banten, mengamankan seorang perempuan berinisial DJ, 33, karena kedapatan mengendarkan narkoba jenis sabu-sabu. Perempuan berkulit sawo matang itu diamankan petugas di rumahnya di Kampung Bidara, Desa Pamatang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (11/1/2019). “Tersangka kami amankan sekitar pukul 22.35 WIB di rumahnya. Saat itu, tersangka baru mendapatkan dua paket sabu-sabu dari seseorang yang sedang kami kejar,” ungkap Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti, Rabu (16/1/2019). Lanjut Kapolsek, tersangka berperan sebagai pengecer barang haram tersebut kepada seseorang yang telah memesannya terlebih dahulu. Sementara, barang bukti yang diamankan, yaitu dua bungkus plastik bening yang diduga sabu-sabu. Masih kata Kapolsek, setiap satu paket yang berhasil dijual, tersangka mendapatkan imbalan sebesar Rp100 ribu. Sementara, motif yang menjerumuskan tersangka dalam peredaran barang terlarang itu karena desakan ekonomi. “Ketika kami gali keterangan, uang sebesar Rp200 ribu itu digunakan untuk membeli susu anaknya yang masih berusia 2 tahun. Namun, meski ironis, tersangka tetap salah karena mengedarkan barang terlarang,” beber Kapolsek. Kini, perempuan kelahiran kota kembang Bandung itu pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena penyidik menjeratnya dengan Pasal 114 dan 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” tukas Kapolsek. Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Sumardi, Saat di konfirmasi awak media melalui Pesan WA nya, membenarkan adanya penangkapan wanita penjual narkoba tersebut. Edy menjelaskan, bahwa upaya kapolsek tersebut, untuk menyelamatkan anak bangsa dari peredaran barang haram tersebut, dan kita sangat serius untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum polda banten dan jajaran.

  • 13 Januari

    Berantas Peredaran Narkoba, Sat Resnarkoba Polres Cilegon Ciduk Pengedar Tembakau Gorila

    polres-cilegon-ciduk-pengedar-tembakau-gorila-1

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Menteri Kesehatan telah memasukkan tembakau gorilla ke dalam kategori golongan I narkotika. Tembakau gorila menjadi berbahaya karena bukan sembarang tembakau, tetapi ada campuran cairan ganja sintetis di dalamnya. Menteri Kesehatan telah memasukkan tembakau gorilla ini ke dalam Permenkes No 2 Tahun 2017 sebagai narkotika Golongan I. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, tembakau gorilla ini memiliki efek yang sama dengan nakotika golongan I lainnya. “Efeknya menimbulkan halusinasi, rasa gembira yang berlebihan, hingga ketergantungan,” ujar Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi dalam siaran persnya, Minggu (13/01/2019). AKBP Edy Sumardi membenarkan penangkapan seorang pria berinisial AD Bin WS (21) warga Kec. Sukmajaya Kota Cilegon yang memiliki 1 (satu) paket plastik warna hitam dan 6 (enam) plastik plastik bening yang diduga narkotika jenis tembakau gorilla, Jumat, (11/01/2019) kemarin. Satresnarkoba Polres Cilegon, Polda Banten terus berupaya memberantas peredaran narkoba, tak terkecuali penyalahgunaan narkotika seperti halnya tembakau gorila. Hal itu dibuktikan dengan penangkapan terhadap seorang pria yang memiliki tembakau gorila di pinggir jalan wilayah Kec. Cibeber Kota Cilegon beberapa hari lalu. Kabid Humas Polda Banten menjelaskan bahwa penangkapan yang dilakukan Sat Res Narkoba Polres Cilegon dilakukan usai pihaknya mendapat informasi dari masyarakat dan berlanjut dengan penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya berdasar pada LP/ 12/I/Res 4.2/ 2019/Spk, tgl 11 januari 2019, jelas AKBP Edy Sumardi, Sabtu, (12/01/2019) kepada awak media ini. Saat ini pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Cilegon guna penyidikan lebih lanjut untuk mengembangkan kasus tersebut guna menangkap sang bandar besar, pungkasnya. (ao/id)

  • 11 Januari

    Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Kembali Diringkus Polresta Tangerang

    narkoba-1

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Dewasa ini tindak pidana narkotika dipandang sebagai tindak pidana yang menjadi musuh umat manusia, oleh karena itu Negara-negara di dunia termasuk Indonesia terus berjuang untuk memberantas tindak pidana ini. Kembali, Polresta Tangerang, Polda Banten mengamankan pelaku tindak pidana Narkotika jenis sabu di lokasi SPBU Jl.STPI Curug Ds.Curug wetan Kec.Curug Kab.Tangerang, Kamis, (09/01/2019) kemarin sore. Penangkapan tersebut berdasarkan laporan polisi No. LP/ 05 / A / I /RES.4.2./ 2019/Resta. Tng. Selanjutnya Tim Res Narkoba melakukan penangkapan dan penggeledahan badan, pakaian dan tempat tertutup lainnya terhadap tersanga berinisial MAS als A Bin EP (22) dan ditemukan barang bukti berupa 1 (Satu) bungkus plastik klip bening yang berisikan Narkotika jenis sabu yang di bungkus kertas tisu warna putih, ujar Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi membenarkan penangkapan tersebut kepada awak media, Jumat (11/01/2019). Hal tersebut dikatakan Kapolresta Tangerang Kombes Pol. M Sabilul Alif melalui Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi bahwa pelaku saat diinterogasi membenarkan bahwa barang haram tersebut dengan berat bruto 1,08 (Satu koma Nol delapan) Gram adalah miliknya yang disimpan di saku celana depan sebelah kanan yang dipakainya, terang AKBP Edy Sumardi. “Saat ini, Pelaku beserta barang bukti diamankan di Mako Polresta Tangerang untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” ujar AKBP Edy Sumardi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Tindak Pidana Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotiika yang berbunyi “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana denganpidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah), jelas AKBP Edy Sumardi.

  • 10 Januari

    Direktorat Reserse Kriminal Polda Banten Teken Fakta Integritas Reskrim Rasa Baru “Rakyat Menunggu”

    whatsapp-image-2019-01-10-at-12-58-23

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten melakukan penandatanganan Fakta Integritas Reskrim Rasa Baru yang bertema ‘Reskrim Rasa Baru’ melalui penyidikan yang cepat, tepat, dan tuntas “RAKYAT MENUNGGU” di Rupatama Polda Banten. Kamis (10/01/2019). Kegiatan penandatanganan pakta integritas tersebut dihadiri oleh, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Yohanes Hernowo. S.I.K., M.H, Dirreskrimum Polda Banten Kompes Pol. Novri Turangga. S.I.K., M.H., M.Si , Dirreskrimsus Polda Banten kombes pol Abdul Karim S.I.K ., M.Si , para kasat reskrim jajaran Polda Banten dan personil Reskrim Polda Banten sebanyak 100 orang. Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Yohanes Hernowo. S.I.K., M.H. mengatakan, pihaknya akan terus membenahi dan sistem management penyidikan berbasis IT untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang nyaman, mudah, murah dan berkualitas. “Hilangkan budaya koruptif, arogansi kekuasaan, dan kekerasan eksesif yang dapat menurunkan Citra Polri, bangun budaya gakkum yang semakin humanis dan melayani,” tegasnya. Kepada seluruh personel pengemban fungsi Reskrim, ia menekankan agar melaksanakan penegakkan hukum sesuai dengan ketetapan dan peraturan yang berlaku. “Segera ungkap kasus-kasus yang meresahkan masyarakat dan menjadi sorotan publik, laksanakan gakkum yang selaras dengan kebijakan pemerintah, serta hindari upaya gakkum yang kontra produktif dan tingkatkan koordinasi dan solidaritas dengan CJS,baik melalui kegiatan formal maupun informal,” pungkasnya. (op/id)

  • 9 Januari

    Kabid Humas Polda Banten : Narkoba Merusak Generasi Bangsa

    nrk-cilegon-2

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Mengantisipasi peredaran dan penggunaan narkoba, Polda Banten gencar melakukan Sosialisasi, razia dan patroli di wilayah hukum Polda Banten. Hal tersebut dilakukan Polda Banten yang aktif dalam memberantas tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Diketahui, Sat Res Narkoba Polres Cilegon, Polda Banten berhasil mengamanakan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kec. Cipocok Jaya Kota Serang, Selasa, (08/01/2019). Kinerja Polri yang menunjukkan tren positif atas penanganan segala macam tindak kejahatan dan perang terhadap narkoba memang harus dilakukan secara bersama-sama, seperti kita ketahui Narkoba sendiri merupakan barang yang tidak lagi dikatakan barang haram yang susah untuk didapat, melainkan barang yang amat mudah didapat karena kebutuhan sesaat sebagai efek candu dan kenikmatan tubuh penggunanya. Pecandu narkoba akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan barang haram ini karena narkoba memang suatu zat yang memiliki efek candu yang kuat bagi penggunanya dan efek ketergantungan yang luar biasa. Ketergantungan yang dialami pemakai narkoba ini jika tidak terealisasi maka efek yang dialami adalah sakaw, yaitu keadaan dimana orang tersebut mengalami rasa gelisah atau gangguan psikis atau psikologis akibat kencanduan. Hal tersebut disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir, Msi melalui Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, SIK, MH dalam keterangannya kepada awak media. Selanjutnya, Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi membenarkan kejadian penangkapan tersebut kepada awak media, Rabu, (09/01/2019) dimana Sat Res Narkoba Polres Cilegon, Polda Banten melakukan penangkapan di rumah Kontrakan tepatnya di wilayah Kec. Cipocok Jaya Kota Serang. Kedua pelaku yang telah ditangkap diantaranya seorang lekaki berinisial MFA Bin AS (26) dan seorang perempuan berinisial GAP Binti YRSB (18) yang diketahui masih berstatus Pelajar/mahasiswi, ungkap AKBP Edy. Informasi penangkapan yang dilakukan terhadap kedua pelaku berawal saat Sat Res Narkoba Polres Cilegon berhasil melakukan pengembangan dari tersangka kasus Narkoba yang pernah menjerat tersangka IM, pungkasnya. Atas dasar informasi tersebut, tim Sat Resnarkoba Polres Cilegon berhasil mengamankan kedua tersangka di rumah kontrakan di wilayah Kota Serang, jelas AKBP Edy. Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa sebuah bekas bungkus rokok “BERRY POP” yang didalamnya terdapat 1 (satu) paket plastic bening berisi Kristal yang diduga narkotika jenis sabu–sabu di karpet, sebuah alat hisap (Bong) yang terbuat dari bekas botol air mineral serta Sebuah handphone merk “Sony” dan Sebuah handphone merk “OPPO”, tamabah AKBP Edy. “Kami sangat berharap pengawasan dari Dinas Pendidikan. Sering-seringlah memberi edukasi dan informasi kepada para guru dan siswa/Mahasiwa secara terus menerus, jangan sampai karena rasa ketidakpedulian akan mengancam nasib generasi muda yang diharapkan akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang,”pesan AKBP Edy. Apapun itu, kita ketahui bahwa dampak yang ditimbulkan karena pemakaian narkoba, jika kita cermati bahwa penyalahgunaan narkoba adalah merupakan suatu tindak kejahatan dan pelanggaran yang mengancam keselamatan, baik fisik maupun jiwa si pemakai dan juga terhadap masyarakat disekitar secara sosial, jelas AKBP Edy Sumardi. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku disangkakan sebagaimana dalam undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

  • 9 Januari

    Ditresnarkoba Polda Banten Amankan 4 Pelaku Tindak Pidana Narkoba

    whatsapp-image-2019-01-09-at-05-58-07

    |TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Serang – Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten mengamankan empat pelaku tindak pidana narkotika berbahaya. Para pelaku diamankan di tiga lokasi berbeda pada hari Selasa (08/01/2019). Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi membenarkan bahwa adanya penangkapan empat pelaku tindak pidana narkotika berbahaya oleh Ditresnarkoba Polda Banten. “Ya kami sudah menerima laporan penangkapan terhadap tindak pidana narkoba. Dari empat pelaku, satu diantaranya seorang wanita. Para penyidik masih mendalami kasus tersebut, siapa dan berperan sebagai apa nanti akan kami ungkap,” ungkap AKBP Edy Sumardi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (09/01/2019). Dari lokasi pertama, tim opsnal mengamankan dua pelaku sekitar pukul 17.00 Wib. EG (20) dan RK (18) ditangkap saat berada di sebuah kontrakan milik EG di wilayah Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. “Saat mengamankan EG, tim melakukan penggeledahan dan mendapati 1 paket sabu di jaket EG. Kemudian EG mengaku kepada petugas sabu yang dimilikinya berasal dari RK. Tak lama berselang, RK berhasil diamankan di lokasi yang sama,” tambah Edy Sumardi. Dari penangkapan dua pelaku di lokasi pertama, RK membeberkan bahwa barang tersebut didapat dari IG (31). Kemudian tim berhasil meangkap IG melalui RK agar menemuinya di lokasi yang telah ditentukan. Kemudian dari hasil pengembangan satu pelaku DS (3) berikut tujuh paket sabu siap jual. “Tim memancing IG dan berhasil kami amankan di depan Disdukcapil Kabupaten Pandeglang serta mendapatkan satu alat hisap sabu di dasbord mobilnya. Kemudian dari hasil pengembangan, tim opsnal kembali mengamankan seorang perempuan yang berinisial DS di Kaduhejo Pandeglang,” tandasnya. (ar/id)