DI SELA-SELA PENGAMANAN BENTROK WARGA TEGAL KUNIR , POLISI INI BERI TAUSYAH KEPADA WARGA

whatsapp-image-2017-03-14-at-11-42-40

TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN - Berbagai cara pembinaan kamtibmas terhadap masyarakat dilakukan oleh Panit Sabhara Polsek Pasarkemis. Salah satunya adalah melalui pendekatan keagamaan, seperti yang dilakukan Panit Sabhara Polsek Pasarkemis Iptu Edy Wahyudi. Disela-sela kesibukannya saat melaksanakan pengamanan antisipasi tawuran warga di desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Baiturahman, dirinya memberikan Tausiyah dengan judul pentingnya pengendalian hawa nafsu, Selasa (14/03).

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Edy Wahyudi yang sedang BKO di wilayah hukum Polsek Mauk terkait bentrok warga antara warga Tegal Kunir Lor dan Warga Kosambi, memberikan tausiyah tentang pentingnya pengendalian hawa nafsu. Para jamaah diajak untuk berbuat baik sesuai dengan norma dan aturan. Sebagai bagian dari ujian Allah SWT, setiap jiwa manusia cenderung untuk berbuat dosa dan maksiat. Jika manusia dihadapkan pada pilihan yang baik atau pilihan yang buruk, ia lebih tertarik melakukan pilihan yang buruk.

Contohnya jika ada pilihan, bekerja keras ataupun istirahat, pilihan istirahat lebih menarik. Jika ada pilihan, shalat Tahajud atau istirahat, jiwa manusia cenderung memilih istirahat. Hal ini sesuai dengan penegasan Alquran, yang artinya, “Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS Yusuf: 53).

Menurut Edy Wahyudi kegiatan dengan tausiyah selesai shalat subuh pendekatan agama dapat membentuk karakter warga yang berakhlak baik dan taat aturan. Selain itu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta antisipasi tersusupi paham radikal.

Pengendalian sebagaimana yang dimaksud tersebut itulah yang ingin dibangun dari ibadah puasa, sesuai dengan tujuan inti puasa, yaitu al-imsak yang berarti menahan diri atau mengendalikan hawa nafsu.

“Jadi, dengan berpuasa, diharapkan lahir kemampuan menahan diri dan kemampuan mengelola hawa nafsu pada diri setiap orang yang berpuasa agar yang lahir adalah kebaikan dan akhlaknya yang mulia,” tandas Edy Wahyudi.

About

Check Also

Cegah Covid 19, Ditpolairud Polda Banten Semprot Disinfektan Kantor dan Lingkungan

|TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN,BANTEN – Dalam mencegah penyebaran covid 19, Direktorat Kepolisian Air dan Udara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *