Home / Tag Archives: sabilul alif

Tag Archives: sabilul alif

Kapolresta Tangerang Bukber Bersama Nelayan di Atas Kapal

img-20180608-wa0010

|TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol H.M. Sabilul Alif melaksanakan kegiatan buka puasa bersama bersama ratusan nelayan di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Kamis (7/5/18). Uniknya, kegiatan yang disebut Bukber Ngemper itu dilaksanakan di atas kapal nelayan yang bersandar di dermaga. “Acara buka puasa hari ini bukan hanya ngemper, tapi juga terapung karena di perahu di atas air tempat nelayan mencari ikan,” kata Kapolres. Kapolres menambahkan, kegiatan itu dilaksanakan untuk mendekatkan diri pada komunitas nelayan. Menurutnya, nelayan adalah salah satu segmen di masyarakat yang harus diberi perhatian dan penghargaan. “Kalau tidak ada nelayan, mungkin kita akan kesulitan bila ingin mengonsumsi ikan laut,” ujarnya. Kapolres mengimbau nelayan untuk tidak mengonsumsi minuman memabukkan, obat-obatan terlarang, serta tidak melakukan tindak pidana perjudian. Kapolres juga meminta nelayan agar mengedepankan musyawarah bila sedang menghadapi masalah. Tidak hanya itu, Kapolres juga mengajak nelayan agar selektif mengelola informasi yang diterima. Dikatakan Kapolres, nelayan bisa saja menjadi korban berita hoax yang pada ujungnya merugikan nelayan. Nelayan, lanjut Kapolres, juga mesti mewaspadai penyebaran paham radikal dan gerakan terorisme. “Terakhir pesan saya, dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Pilkada. Mari, sukseskan agar berlangsung dengan damai dan jujur,” tukasnya. Fahrozi, salah satu nelayan, mengaku tersanjung atas kedatangan Kapolres. Ia tidak menyangka komunitas nelayan dapat berbuka puasa bersama dengan menu makan yang sama dengan Kapolres. “Terima kasih. Kedatangan Pak Kapolres kehormatan buat kami,” tandasnya. ………………………………………………………… Kontributor   : Humas Polresta Tangerang Editor            : Rusnata Publish          : Aam

Read More »

Polresta Tangerang Berangkatkan Marbot Masjid Umroh

img-20180413-wa0049

Tribratanews Polda Banten, Tangerang- Polres Kota Tangerang berangkatkan dua orang marbot masjid beribadah umroh. Kedua marbot itu adalah Tamiludin, marbot Masjid Ar-Rohmah, Kampung Kapudang, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka dan Saripudin, marbot Masjid At-Taqwa, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Tangerang. “Semoga keberangkatan Pak Tamiludin dan Pak Saripudin ke Tanah Suci diberi keselamatan,” kata Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol H.M. Sabilul Alif saat melepas keberangkatan keduanya di Aula Polresta Tangerang, Jumat, (13/4/18). Kapolres menambahkan, program memberangkatkan umroh merupakan penghargaan kepada marbot masjid yang telah mengabdi mengurus sarana ibadah. Menurutnya, baik Talimudin maupun Saripudin, selain marbot masjid, juga turut mengajar mengaji warga. “Sehingga kami pikir, keduanya layak mendapat kesempatan beribadah umroh,” ujarnya. Kapolres berharap, program itu dapat menginspirasi pihak lain. Dengan demikian, kata Kapolres, rasa kekeluargaan akan semakin kuat dan mengikis jurang kesenjangan. “Kami tetap menyadari bahwa apa yang kami lakukan belum apa-apa. Namun semoga langkah ini mencerahkan kita semua,” tuturnya. Di tempat yang sama, Tamiludin mengaku tak pernah menduga bisa berangkat umroh. Ia mengatakan, tak pernah membayangkan namun selalu memimpikan bisa beribadah ke Tanah Suci. “Bahagia sekali saya, sampai orangtua saya tidak percaya dan ketakutan, saya sampaikan, sudah ada panggilan dari Allah,” kata Tamiludin dengan mata berkaca-kaca. Hal senada dikatakan Saripudin. Ia mengaku tidak bisa tidur berhari-hari lantaran belum yakin dirinya bisa berangkat umroh. “Saya tidak tahu harus bilang apa. Bahkan saat saya bawa koper pun saya masih tidak percaya saya akan ke Mekah,” tukasnya.

Read More »

Anggota Polresta Tangerang Siap Jadi Kader Anti Hoax

whatsapp-image-2018-03-27-at-08-05-01

|TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Sebanyak kurang lebih 999 anggota Polres Kota Tangerang dan jajaran siap menjadi kader anti hoax. Demikian disampaikan Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol H.M. Sabilul Alif usai melaunching Gerakan Anti Hoax dan Anti Perpecahan saat memimpin apel di Mapolresta Tangerang, Senin (26/3/18). “Saya perintahkan anggota untuk menjadi kader-kader anti hoax dan anti perpecahan di lingkungan keluraga maupun tempat tinggal masing-masing,” kata Kapolres. Menurut Kapolres, diperintahkannya anggota untuk menghalau sebaran hoax adalah bentuk optimalisasi anggota. Guna mendukung langkah itu, kata Kapolres, anggota harus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat. “Anggota juga harus mampu memberikan pemahaman terkait berita hoax serta pentingnya persatuan,” ujarnya. Kapolres menambahkan, belakangan isu hoax sudah sampai pada level mersahkan masyarakat. Isu hoax seperti masa depan Indonesia dan isu-isu sensitif lainnya sengaja disebar tanpa sandaran referensi yang ilmiah. Hal itu, lanjut Kapolres, berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat apabila tidak segera disikapi. “Semoga dengan gerakan anti hoax dan anti perpecahan, dapat memerangi hoax untuk Indonesia yang damai dan harmonis,” tandas Kapolres. ……………………………………………………………………. Kontributor : Humas Polresta Tangerang Editor          : Rusnata Publish        : iman

Read More »

Redam Isu Penyerangan Pemuka Agama, TNI-Polri Sowan ke Kiai

img-20180212-wa0052

|TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Untuk meredam maraknya isu ancaman penganiayaan terhadap para ustad/ulama, Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol M Sabilul Alif dan Dandim 0510 Tigaraksa Letkol Inf Yogi Muhammanto bersilaturahmi ke pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyyah KH. Uci Turtusi di Desa Cilongok, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (12/2/18). “Silaturahmi ini untuk membangun komunikasi dengan unsur masyarakat agar dampak negatif dari isu yang beredar bisa diminimalisir,” kata Kapolres. Silaturahmi itu pun, lanjut Kapolres, meunjukkan bahwa TNI dan Polri selalu bersinergi dan selalu ada untuk masyarakat. Ditambahkan Kapolres, peran pemuka agama sangat penting untuk mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. “Bila mendapatkan informasi atau berita, baiknya diklarifikasi, bisa ke MUI, ke TNI, atau ke polisi. Semua agar situasi tetap kondusif dan validitas berita atau informasi yang beredar bisa dipertanggungjawabkan,” terang Kapolres. Pernyataan senada juga disampaikan Dandim. Menurutnya, isu akan adanya serangan kepada para ustad atau ulama membuat resah masyarakat. Dampaknya, kata Dandim, masyarakat menjadi paranoid dan ulama atau ustad bisa menjadi tidak nyaman saat melakukan aktivitas ibadah dan pengajian. Untuk itu, Dandim meminta agar masyarakat proaktif membangun komunikasi dengan aparat keamanan. Segala persoalan sensitif, kata Dandim, harus dikoordinasikan agar tidak menimbulkan dampak negatif. “Percayakan kepada kami, TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Yang penting kita sama-sama waspada termasuk mewaspadai informasi palsu dan provokatif yang beredar,” tukas Dandim. …………………………………………………………. Kontributor : Humas Polresta Tangerang Editor           : Rusnata Publish         : iman

Read More »

Empat Institusi Tandatangani MoU Aplikasi e-CJS Plus

whatsapp-image-2018-02-02-at-19-08-42

|TRIBRATANEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Guna meningkatkan efektivitas sistem peradilan pidana (criminal justice system/CJS), Polres Kota Tangerang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, dan Rutan Klas 1 Tangerang menandatangi nota kesepahan (memorandum of understanding/MoU) tentang electronic CJS (e-CJS) Plus. Penandatanganan MoU dilaksanakan di Ruang Rupatama, Mapolresta Tangerang, Jumat (2/2/18). Usai penandatanganan, Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol H.M. Sabilul Alif mengatakan, aplikasi e-CJS Plus merupakan momentum untuk memperkuat supremasi hukum. Menurutnya, aplikasi e-CJS Plus dapat mendorong terciptanya proses hukum yang berkeadilan, berkemanfaatan, dan berkepastian hukum. “Ini bisa jadi merupakan inovasi tertinggi di bidang penegakan hukum karena dengan aplikasi ini tercipta transparansi,” ujarnya. Menurut Kapolres, dengan aplikasi e-CJS, polisi sudah bisa mengetahui siapa jaksa yang akan menangani perkara. Dengan aplikasi e-CJS Plus, lanjut Kapolres, masing-masing institusi dapat mengikuti perkembanngan sehingga masing-masing bisa mengawal. “Kita sudah tahu kapan sidangnya, siapa hakimnya, siapa lawyer-nya, siapa jaksanya, apa putusannya, dan kapan keluarnya,” terang Kapolres. Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Firdaus menyambut baik inovasi yang dinisiasi Kapolresta Tangerang itu. Menurutnya, aplikasi e-CJS Plus akan sangat membantu dalam pelaksanaan tugas. “Masing-masing dari kita bisa mengontrol progres, sejak SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan-red), pengadilan sudah bisa mengetahui,” ungkapnya. Menurut Kajari, aplikasi e-CJS Plus dapat membantu kejaksaan untuk mengakses data-data perkara sehingga diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan tugas. Ditambahkannya, aplikasi e-CJS Plus juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi khususnya di bidang teknologi informasi. “Selama ini kita manual dan itu harus kita akui lambat dan cenderung sulit untuk melakukan kontrol. Misalnya terjadi penahanan yang tidak diperpanjang atau surat perpanjangan sudah keluar tapi belum sampai,” tutur Kajari. Sementara itu, Ketua PN Tangerang Muhammad Damis menyebut, inovasi aplikasi e-CJS Plus lebih maju dibandingkan dengan aplikasi lain khususnya di bidang hukum. menurutnya, di lingkungan pengadilan, ada aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara. Namun, lanjutnya, aplikasi e-CJS Plus lebih bagus karena memiliki berbagai macam fitur yang dapat memudahkan pelaksanaan tugas. “Atas nama pimpinan PN Tangerang, kami menyambut baik MoU aplikasi ini,” ujarnya. Ketua PN melanjutkan, aplikasi e-CJS Plus dapat meringankan beban tugas di pengadilan. Setidaknya, lanjut dia, akan memudahkan petugas dalam mengeluarkan penetepan karena sudah disiapkan template. Hal itu pun, ia menambahkan, dapat mengeliminir tahanan yang keluar demi hukum karena proses administratif yang terhambat. “Kami akan sampaikan aplikasi ini pimpinan agar bisa disinkronkan dengan sistem informasi sehingga memudahkan publik untuk mengakses dan mudah-mudahan bisa kita tularkan ke wilayah hukum lain,” tukasnya. Sedangkan Kepala Rutan Klas 1 Tangerang Dedi Cahyadi mengatakan, aplikasi e-CJS Plus merupakan jawaban atas permasalahan yang selama ini terjadi. Ia menyebut, proses administrasi yang memakan waktu dan jarak menjadi salah satu kendala pelaksanaan tugas. “Oleh pimpinan kami juga memang diperintah untuk menerapkan electronic government sehingga mudah-mudahan aplikasi ini bisa membantu pelaksanaan tugas sehingga tidak ada lagi kesalahan prosedur,” tandasnya. …………………………………………………………. Kontributor : Humas Polresta  Tangerang Editor           : Rusnata Publish         : iman

Read More »

Polresta Tangerang dan Polsek Jajaran Buka Posko Perlindungan Anak

20180109_004006

TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Tangerang – Sebagai bentuk penanganan dan pencegahan kejahatan terhadap anak, Polresta Tangerang beserta polsek jajaran membuka posko pengaduan kejahatan terhadap anak. Posko itu dibuka menindaklanjuti arahan Bapak Kapolda Banten. Kapolresta Tangerang Kombes Pol M Sabilul Alif mengatakan, posko yang dibuka bukan hanya untuk melaporkan atau mengadukan kejahatan seksual. Namun, meliputi semua bentuk kejahatan kepada anak. “Posko yang didirikan bisa digunakan sebagai rumah aman bagi anak yang menjadi korban kejahatan. Kepolisian memastikan akan memberikan perlindungan,” Kata Kapolres. Di Posko itu juga, masyarakat bisa mengonsultasikan dan mengomunikasikan perihal perlindungan kepada anak. Dengan demikian, upaya perlindungan anak bisa berjalan sistematis. “Kepada masyarakat, catat nomor telepon yang dicantumkan pada spanduk posko. Jika mengetahui indikasi kekerasan kepada anak, jangan ragu untuk melaporkannya. Sebab, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.” tutupnya. …………………………………………………….. Kontributor : Humas Polresta Tangerang Editor           : Muridi Publish         : iman

Read More »

Polresta Tangerang Ungkap Kasus PHEDOPHILIA Korban 25 Anak

whatsapp-image-2018-01-04-at-16-06-36-1024x678

TRIBRATANEWS POLDA BANTEN – Polisi menangkap WS alias Babeh di Desa Tamiang, Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Tersangka diketahui menyodomi 25 anak di gubuk yang ia bangun di dekat rumahnya. “Dari hasil interogasi, jumlah anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual sebanyak 25 orang yang kesemuanya sudah menjalani visum,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif dalam keterangannya, Kamis (4/1/2018). Sabilul menyebut tersangka ditangkap pada akhir Desember lalu. Perbuatan itu dilakukan tersangka sejak April 2017. “Istri tersangka sudah 3 bulan menjadi TKW di Malaysia. Menurut tersangka, anak-anak sering mendatangi dirinya di gubuk yang didirikan tersangka,” ujarnya. Aksi bejat tersangka terungkap setelah dia menyodomi 3 anak pada 2 Desember lalu. Salah seorang korban bercerita kepada orang tuanya yang akhirnya melapor ke polisi. “Rata-rata usia anak yang menjadi korban kekerasan seksual oleh tersangka antara 10-15 tahun dan semua berjenis kelamin laki-laki,” ungkap Sabilul. Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 kaos lengan pendek, 1 celana pendek berwarna biru-ungu, dan telepon genggam. Tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Read More »

Kalangan Mesjid Apresiasi Buletin Pos Khidmat Polresta Tangerang

whatsapp-image-2017-10-27-at-17-17-21

Buletin Pos Khidmat yang dirilis Polresta Tangerang mendapat apresiasi dari kalangan mesjid. Imam Mesjid Nurur Rohman KH. Tabroni Hasan mengatakan, buletin Pos Khidmat berisi ajakan baik yang sangat layak dibaca. “Kami meyakini, setiap orang wajib menyampaikan sesuatu yang baik. Sampaikan walau satu ayat. Buletin Pos Khidmat adalah bentuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan menasihati dalam kesabaran,” kata KH. Tabroni Hasan usai kegiatan Pos Khidmat di Mesjid Nurur Rohman, Desa Telagasari, Kecamatan Cikupa, Jumat (27/10/17). KH. Tabroni melanjutkan, sinergi antar semua pihak adalah hal paling dibutuhkan saat ini. Tulisan dalam buletin Pos Khidmat, kata KH. Tabroni, mudah-mudahan memperkuat persatuan sehingga bisa bersama dalam iman dan aman dalam bingkai Kebhinekaan. “Rasa aman dibutuhkan semua orang salah satunya agar bisa tenang saat beribadah. Dan, rasa aman itu bisa terwujud saat kita saling bisa memahami,” terangnya. Hal senada disampaikan Purwanto, salah satu jemaah Mesjid Nurur Rohman. Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek itu meminta agar buletin Pos Khidmat disebarkan ke seluruh mesjid. “Buletin ini harus terus disebar untuk melawan buletin lain yang isinya keras dan cenderung radikal yang sampai sekarang masih ada di beberapa mesjid,” kata dia. Purwanto menambahkan, buletin Pos Khidmat bisa menjadi kontra narasi dari propaganda kelompok radikal atau kelompok yang ingin mengubah ideologi negara. Bila tidak dilawan, kata dia, masyarakat bisa terpengaruh karena terus-terusan dicekoki buletin berisi hasutan terhadap pemerintah. “Harusnya sebaran Buletin Pos Khidmat dilakukan di seluruh Indonesia oleh kepolisian. Agar masyarakat bisa tersadarkan dan memiliki bacaan yang berimbang,” tandasnya. Kapolresta Tangerang AKBP H.M. Sabilul Alif mengaku akan konsisten melawan propaganda kelompok radikal melalui tulisan. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu cara melawan agitasi kelompok radikal melalui pendekatan literasi dan intelektual. “Kita jangan diam. Kita harus suarakan bahwa apa yang kelompok radikal lakukan sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan tentu saja mengancam ideologi negara,” ujarnya.

Read More »