Usut Longsor Carita-Anyer, Polda Banten Periksa Tiga Institusi Pemerintah

Usut Longsor, Polda Banten Periksa Tiga Institusi Pemerintah

tribratanewsbanten.com - Terkait dugaan pembalakan liar di Gunung Pabeasan dan Gunung Aseupan, anggota kepolisian akan meminta keterangan kepada tiga pengelola hutan, yakni Tahura Banten, Litbang IPB, dan Perhutani. Ketiga pihak itu dianggap mengetahui bagaimana kondisi alam dan kerapatan hutan di wilayahnya. Jadi, diharapkan akan diketahui penyebab longsor dan banjir bandang yang terjadi pada 25 Juli 2016.

“Kita akan panggil pemerintah daerah, terutama dari Dinas Kehutanan juga bagaimana pengelolaannya (hutan). Pokoknya semua yang terkait permasalahan itu akan kita panggil, termasuk kepala desa akan kami panggil karena dokumen sementara ada dari kepala desa,” kata Dirkrimsus Polda Banten Kombes Nurullah.

Ia mengakui telah memeriksa lebih dari 10 orang, namun hanya empat saksi yang diminta datang ke Polda Banten. Anggota kepolisian pun terus melakukan pemeriksaan dokumen terkait pengelolaan dan kepemilikan lahan di dua gunung tersebut. Selain itu, penyalur dan pemilik kayu gelondongan yang ada di sekitar Banten akan diperiksa, khususnya di sekitaran lokasi banjir bandang dan tanah longsor.

“Waktu memantau pakai helikopter, kami melihat ada beberapa wilayah yang bekas tebangan. Namun, kami belum bisa memastikan apakah itu penebangan liar atau bukan. Fokus perhatian penyelidikan ada di daerah yang terkena longsor. Tapi yang terparah di Carita karena sudah mengganggu ketertiban umum dan ada korban yang meninggal dunia sampai satu keluarga empat orang,” tuturnya.

Karena itu, aparat kepolisian akan berusaha melacak bencana longsor di Carita yang menyebabkan empat orang meninggal dunia bisa terjadi.

“Karena adanya longsor, indikasinya apa. Kita lihat dari prosesnya hingga terjadi longsor. Di Carita itu tidak pernah ada longsor,” tutupnya.

About

Check Also

Satreskrim Polres Serang Kota Ringkus Pelaku Pembacokan

Kota Serang – Empat remaja berinisial MAD (19), MM (18), S (19), MF (18), diamankan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *