Berantas Peredaran Obat-Obatan Terlarang, Polres Pandeglang Amankan 9 Orang

press release kapolres pandeglang,kasat narkoba polres pandeglang

 

TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN, Pandeglang – Jajaran Satresnarkoba Polres Pandeglang meringkus sembilan orang terkait narkoba dan peredaran obat-obatan terlarang. Sembilan orang yang diamankan tersebut adalah MAN, MIS, JS, IS, RG, SD, MI, RD, dan FF.

Dari sembilan orang tersebut, MI dan RD masih berstatus sebagai pelajar, sementara FF diketahui merupakan Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten.

“Tersangka FF diamankan di wilayah Serang hasil pengembangan setelah petugas menangkap sejumlah tersangka di Pandeglang,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan, di Mapolres Pandeglang, Senin (16/10/2017).

Polisi mengamankan barang bukti berupa 0,48 gram sabu beserta alat hisap. Sementara itu, terkait peredaran obat-obatan terlarang, polisi mengamankan 520 butir pil Eximer serta 8 buah telepon genggam yang diduga digunakan sebagai alat komunikasi untuk melakukan transaksi serta uang Rp300 ribu.

“Ratusan butir obat kita dapat saat mengamankan tersangka MIS di kediamannya di Karangtanjung. Termasuk MAN yang saat itu memang sedang berada di rumah MIS,” ujar Kapolres.

Dari keterangan pelaku, obat-obatan terlarang tersebut dibeli dari wilayah Serang. Setiap 10 butir, pelaku membeli dengan harga Rp10 ribu yang kemudian dijual 8 butir.  “Target sasaranya adalah anak-anak sekolah,” kata kapolres.

Sementara itu, FF membenarkan jika ia merupakan PNS. Dirinya mengaku, mendapat sabu dari temannya di Serang. “Biasa beli setengah Rp600 ribu, baru dua tahun pakai (sabu). Buat dipakai sendiri aja,” tuturnya. (ry/id)

                                                                          
Kontributor : Humas Polres Pandeglang
Editor           : Muridi
Publish         : iman

About

Check Also

Tersangka Kasus Pembunuhan Gadis Baduy di Tuntut Hukuman Mati

|TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN,SERANG | Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan gadis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *