Gadis Asal Tanara Minta Dipasang Susuk, Malah Digerayangi

175610_kbsusuk460

tribratanewsbanten.com - Bermaksud ingin dipasang susuk pengasihan, BA (21), gadis asal Tanara, Kabupaten Serang, malah digerayangi seluruh tubuhnya. Bahkan si dukun ini mengancam dengan gunting supaya BA mau merelakan kegadisannya.

Kronologinya, kata NN, ibu korban, ia bersama BA dan anak yang lainnya datang ke rumah ahli pengasihan Kamis (4/8) malam. BA diminta menginap untuk dipasang susuk pengasihan.

“Hari Kamis, malam Jumat, saya berlima bersama anak saya datang ke tempat si ustad, terus katanya (BA) suruh menginap untuk dimandikan. Ngomong ke saya mandi sendiri, ternyata dimandiin sama dia, terus dikobok-kobok semuanya,” ujar NN, Minggu (7/8).

Setelah mendapatkan perlakuan itu, BA langsung cerita kepada pamannya (FY) yang menemani di tempat pasang pengasihan. “Pamannya menunggu di luar, kamar mandinya di dalam, dikunci. Dari cerita anak saya ke pamannya, setelah bajunya dibuka, Pak haji itu ngobok-ngobok tubuh anak saya,” ungkapnya.

Tidak terima anaknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh, NN bersama keluarganya pun memutuskan untuk melaporkan hal tersebut pada polisi. “Pertama ke Polres Serang, tapi katanya karena ada di wilayah Polsek Tanara, suruh lapor dulu ke Polsek. Saya sudah lapor hari Jumat,” katanya.

NN beserta keluarganya sengaja mengajak BA memasang pengasih karena BA mengaku mempunyai banyak pesaing di tempatnya bekerja, Denpasar, Bali. Namun bukannya mendapatkan pengaaihan, malah mendapatkan pelecehan seksual.

FY (27), paman korban yang ikut menginap menuturkan, kejadian diperkirakan sebelum waktu subuh. “Semua badannya digerayangin di kamar mandi, terus disuruh masuk ke kamar. Di situ bukannya dipasang susuk, malah diancam pakai gunting supaya mengikuti kemauannya. Dikasih dua pilihan, mau digerayangin atau dimasukin. Merasa terancam, terpaksa rela digerayangin,” paparnya.

FY mengaku mengetahui perbuatan tidak senonoh tersebut setelah memaksa ponakanya menceritakan apa saja yang telah dilakukan oleh pemasang susuk tersebut. “Setelah cerita semuanya, saya langsung telepon keluarga, karena tidak mau menggunakan kekerasan, semuanya setuju untuk melaporkan itu ke polisi,” katanya.

About

Check Also

438 Orang diamankan Polda Banten, Selama 3 Hari Operasi Premanisme

SERANG, BANTEN — Sedikitnya 438 orang telah diamankan Polda Banten dan jajaran dalam 3 (tiga) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *