Sindikat Saracen Sindikat Cerdas Tapi….

IMG_20170826_161802

TRIBRATA NEWS POLDA BANTEN – Mabes Polri, Kepolisian mengungkapkan sindikat Saracen, kelompok penyebar ujaran kebencian dengan isu SARA dan berkonten negatif beroperasi dengan cerdas. Sebab, sindikat yang menebar konten kebencian dengan motif ekonomi itu cerdik melihat potensi pasar.

“Mereka ini motif ekonomi dalam arti kalau lewat Facebook ada supply dan demand. Kelompok ini bisa melihat pasar. Kelompok ini tergantung pasar, jadi ideologi yang mengendalikan tergantung pasar,” kata Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Sulistyo Pudjo dalam diskusi Warung Daun, di Jakarta, Sabtu (26/8/2017).

Kombes Pol Pudjo menuturkan, jika dilihat dari sisi teknologi informasi, kelompok Saracen dapat terus hidup karena tiga faktor utama yaitu perkembangan teknologi informasi yang makin besar, psikologi atau kemampuan membaca psikologi massa di media sosial dan kemampuan manajemen mengelola follower secara konstan.

“Yang jelas tidak mungkin ini dilakukan oleh orang yang kecerdasannya rata-rata. Karena faktanya selain bisa membaca dan menentukan pangsa pasar, topik apa yang paling top dan mana yang diakumulasi untuk mendukung sesuai pesanan,” ujar Kombes Pol Pudjo.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Saracen dalam kasus ini membutuhkan tim analisis. Polisi memastikan akan menyelidiki secara cermat untuk penyidikan secara menyeluruh.

Saracen merupakan kelompok penyedia jasa untuk membuat hate speech atau ujaran kebencian yang bermuatan SARA dan membuat viral di media sosial. Dalam menjalankan aksinya, kelompok ini menetapkan tarif hingga puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Editor : P Winoto
Publish : iman
Sumber : tribratanews.polri.go.id

About

Check Also

Kapolda Banten : Terimakasih Atas Pelaksanaan Pilkades Lebak, Berjalan Aman, Sehat dan Kondusif

Lebak – Pilkades serentak 2021 di Kabupaten Lebak telah berlangsung dengan aman, sehat dan kondusif …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *