Home / RESKRIM / Reskrimsus (page 2)

Reskrimsus

Agustus, 2016

  • 29 Agustus

    Polda Banten Berhasil Tangkap Kapal Diduga Jual-Beli 400 Ribu Liter Premium Ilegal di Tengah Laut Jawa

    upload-29-agustus-2016-press-release-bbm-pulo-ampel

    tribratanewsbanten.com – Kepolisian Daerah Banten, akhirnya mengamankan Kapal MT Elektra, yang bermuatan BBM jenis premium sebanyak ±400 ribu liter.  Kapal  jenis tangker ini, didapati telah melakukan kegiatan niaga atau jual beli BBM jenis premium tanpa dilengkapi dengan perijinan dan dokumen yang sah, serta mencari keuntungan dari hasil usaha niaga BBM tersebut. Kepala Kepolisian Daerah Banten, Brigjen Pol Drs Ahmad Dofiri yang langsung datang ke lokasi tempat pengamanan kapal ini, mengungkapkan bahwa BBM yang berada di kapal MT Elektra diketahui berasal dari kapal tangker yang diperoleh dari tengah laut Jawa. BBM itu diperoleh dengan cara membeli sisa dari muatan kapal tangker. Kapal tersebut tertangkap pada hari Jumat tanggal 26 Agustus 2016 sekitar pukul 11.00 Wib di saat kapal sedang sandar di jetty Pelabuhan Pelindo II Cabang Banten, di Desa Pulo Ampel Kabupaten Serang. “Untuk yang mengangkut, kemudian meniagakan atau memperdagangkan bahan bakar berupa minyak maupun gas yang tidak ada izin itu jelas ada sanksinya,” tegas Kapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri. Tersangka dijerat Pasal 323 ayat 1 UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 600.000.000, (enam ratus juta rupiah), Pasal 53 huruf b dan d UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang pengangkutan dan niaga BBM tanpa izin.

  • 28 Agustus

    Rakor Bersama Penyidik Pegawai Sipil di BPOM Prov Banten

    29-08-2016-reskrimsus-laporan-pelaksanaan-tgs-kordinasi-bpom1-1

    tribratanewsbanten.com – Dalam implementasi dari Program 100 hari Kapolri serta mendukung kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas dari penyidik Polri Ditreskrimsus Polda Banten telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai POM Prov Banten pada rabu, 24 Agustus 2016 lalu. Rapat koordinasi yang bertempat di ruang rapat Ditreskrimsus Polda Banten ini dipimpin oleh AKBP Dani Arianto dan dihadiri oleh Kepala Balai POM Prov Banten dan Penyidik Pegawai Sipil di BPOM Prov Banten. Hasil yang didapat dari rakor tersebut dapat diketahui sebagaiberikut : Dalam hal penyelidikan dan penindakan terkait tindak pidana pangan, Penyidik subdit 1 Indag dan PPNS BPOM Prov Banten siap sinergitas / bersama-sama untuk melakukan kegiatan tersebut. BPOM Prov Banten siap memberikan bantuan ahli dalam hal penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus, Terkait bantuan penyelidikan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit 1 Indag dalam hal uji laboratorium sample pangan atau sejenisnya, pihak BPOM Prov Banten siap untuk membantu dengan tidak melalui prosedur yang lama cukup dilakukan koordinasi secara intensif Kegiatan sinergitas dalam penyelidikan dan penyidikan akan dilaksanakan berkelanjutan antara penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus dengan PPNS BPOM Prov Banten.

  • 26 Agustus

    DITRESKRIMSUS POLDA BANTEN UNGKAP TAHU MENGGUNAKAN KAPORIT

    26-08-2016-ditreskrimsus-polda-banten-ungkap-tahu-menggunakan-kaporit

    tribratanewsbanten.com – Sub Dit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus bersama penyidik PPNS dan Lab BPOM berhasil mengungkap industri rumah tangga yang memproduksi tahu yang diduga menggunakan bahan campuran Peroxide. Rumah Tangga tersebut berada di Kp. Julang, Desa Julang Kec. Cikande. Pemilik bernama Sdr. Wahyu langsung diamankan untuk kemudian dimintai keterangannya di Polda Banten. Dari hasil kegiatan tersebut Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa tahu mentah berwarna putih, tahu yang telah di goreng, serta cairan Peroxide. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Lab BPOM Kab. Serang. Berikut ini adalah bahaya mengkonsumsi peroxide: Luka Bakar Ketika hidrogen peroxide terkena luka atau bagian kulit yang luas maka juga bisa menyebabkan luka bakar yang serius. Pada awalnya memang hanya terasa perih dan kurang nyaman. Muntah Hidrogen peroxide yang tertelan juga bisa menyebabkan muntah dan nyeri perut yang sangat kuat. Hal ini terjadi ketika bahan peroxide bisa menyebabkan terbentuknya gelembung yang berada di dalam perut. Hasilnya maka orang yang menelan bahan ini akan muntah. Luka Lambung. Ketika Hidrogen peroxide tertelan maka juga bisa menyebabkan nyeri dan luka lambung. Luka lambung terjadi sebab ada bagian selaput tipis pada lambung yang tidak tahan terhadap luka bakar dari hidrogen peroxide. Kerusakan Fungsi Hati dan Ginjal. (Menurut kepala BPOM) ketika peroxide dikonsumsi terus menerus maka akan mempengaruhi kerja fungsi hati dan ginjal.

  • 18 Agustus

    POLRES KOTA TANGERANG GREBEK RUMAH PENGOPLOSAN GAS ELPIJI

    tribratanewsbanten.com – Tim Opsnal Resmob Polresta Tangerang menggerebek rumah pengoplosan gas elpiji di Kampung Kebon Baru, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Dalam penggerebekan kemarin di halaman belakang rumah yang dijadikan tempat untuk melakukan penyuntikan atau pemindahan isi gas tabung 3 Kg (subsidi) ke tabung gas isi 12 Kg (Non-subsidi) tersebut, diamankan 1 unit mobil pick up warna hitam, 454 tabung gas 3 Kg dan bantalan kayu untuk penyuntikan. Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Gunarko mengungkapkan barang bukti yang disita sedikitnya 25 tabung gas 12 kg hasil penyuntikan (dalam keadaan isi), 10 tabung gas 12 kg (keadaan kosong), 454 tabung gas 3 kg (keadaan kosong), 40 buah selang regulator yang sudah dimodifikasi, segel plastik warna transparan‎, logo pertamina, 12 bundel plastik warna hijau (penutup segel) dan 1 unit mobil light truk warna putih nopol B-9994-CBD. “(Juga) 1 unit mobil barang/pick up warna hitam nopol B-9410-GAI, dan 3 orang yang sedang bekerja menyuntikan tabung gas,” ungkapnya, Kamis (18/8/2016). Selanjutnya, polisi mengamankan dua orang yang berada di dalam rumah untuk menunjukan keberadaan otak dari kasus ini yaitu AS. Setelah sampai ke lokasi yang ditunjukkan, polisi berhasil mengamankan AS dan berlanjut mengamankan B sebagai pemesan gas hasil oplosan. “Ke-5 orang tersebut berikut barang bukti kami bawa ke Polres Kota Tangerang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” terang Kompol Gunarko. Pelaku tindak kejahatan ini dijerat Pasal 62 (1) Jo Pasal 8 (1) huruf b, c UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 UU RI No. 2 th 1981 tentang Metrologi Legal dengan hukuman minimal lebih dari lima tahun penjara.

  • 14 Agustus

    Polda Banten Terus Pantau Buruh Tiongkok di Serang

    tribratanewsbanten..com – Polda Banten telah selesai megusut keabsahan status puluhan tenaga kerja asing asal Tiongkok di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten. Dari sekitar 68 TKA yang diamankan, sebanyak 37 dinyatakan ilegal karena tidak memiliki dokumen resmi. Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol Nurullah memastikan, penyidiknya masih tetap memantau keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Pulo Ampel. Tim masih ada di lapangan karena disinyalir masih banyak. Kombes Pol Nurullah mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten dan Kantor Imigrasi Cilegon terkait rencana penertiban para TKA. “Sekarang masih menunggu dari Dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi. Kalau saya, maunya secepat mungkin,” ujarnya. Diketahui, Senin (1/8), Polda Banten mengamankan 68 TKA asal Tiongkok dari PT C di Desa Mangunreja, Kecamatan Pulo Ampel. Setelah diperiksa, ada 31 TKA yang dipulangkan kembali ke PT C. Sementara, 37 TKA lainnya diserahkan ke Kantor Imigrasi Cilegon pada Rabu (3/8) karena tidak memiliki dokumen resmi. Soal para penyalur TKA ilegal, Nurullah menyatakan, penyidik akan terus memprosesnya secara hukum. “Masih dalam proses pemeriksaan. tiga perusahaan subkon lagi yang masih belum datang,” jelas Nurullah. Terpisah, Kepala Desa Mangunreja Salahudin mengaku tidak dapat berbuat banyak terkait keberadaan para TKA ilegal di desanya. Aparatur desa hanya bisa mengawasi agar tidak terjadi gesekan antara warga Mangunreja dengan para TKA. Pasalnya, ratusan TKA yang didatangkan dari Tiongkok itu bukan tenaga ahli, melainkan buruh kasar. “Kalau tenaga khusus (ahli-red) kan kita bisa belajar. Kalau cuma aduk dan angkut bata, di sini kan ada. Saya sudah berusaha memberikan pemahaman kepada warga. Saya tidak tau, ilegal atau tidak. Mereka kan tidak melapor kepada saya. Pemerintah desa juga tidak punya wewenang memeriksa surat atau kelengkapan dokumennya.” jelas Salahudin.

  • 14 Agustus

    37 TKA Masih Diamankan Polda Banten

    tribratanewsbanten.com – Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten masih mengamankan sekitar 37  dari 68 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok karena belum bisa menunjukkan dokumen dan identitas ketenagakerjaannya. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri di Serang, Rabu mengatakan, tenaga kerja asing (TKA) yang beberapa hari sebelumnya diamankan di Mapolda Banten, sebagian sudah dilepaskan karena bisa menunjukkan dokumen dan administrasi keberadaannya di Indonesia secara legal. Namun sebagian lainnya masih diamankan karena belum menunjukkan dokumen yang lengkap. “Tenaga kerja asing itu bukan kami tangkap tapi kita amankan, karena terkait keberadaannya banyak masukan dari masyakat bahwa mereka sering berkeliaran,” kata Kapolda Banten. Ia mengatakan, atas masukan dari masyarakat tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dari sisi ketenagakerjaan dan ada hal-hal yang tidak lengkap administrasinya. “Pekerja asing itu kan harusnya pada tataran ‘expert’ atau keahlian. Kemudian juga izin tinggal dan izin menggunakan tenaga kerja asing, itu harus ada,” kata Kapolda. Menurutnya, dari 68 orang yang diamankan tersebut, sebanyak 31 orang dinyatakan legal karena bisa menunjukkan kelengkapan dokumen dan administrasinya. Sedangkan 37 orang lainnya sampai belum bisa menunjukkan kelengkapan. “Dari awal kita koordinasi dengan imigrasi dan disnaker, termasuk kita tunggu dari perusahaan yang menyuplai tenaga kerja itu,” kata Kapolda Banten.

  • 14 Agustus

    Usut Longsor Carita-Anyer, Polda Banten Periksa Tiga Institusi Pemerintah

    tribratanewsbanten.com – Terkait dugaan pembalakan liar di Gunung Pabeasan dan Gunung Aseupan, anggota kepolisian akan meminta keterangan kepada tiga pengelola hutan, yakni Tahura Banten, Litbang IPB, dan Perhutani. Ketiga pihak itu dianggap mengetahui bagaimana kondisi alam dan kerapatan hutan di wilayahnya. Jadi, diharapkan akan diketahui penyebab longsor dan banjir bandang yang terjadi pada 25 Juli 2016. “Kita akan panggil pemerintah daerah, terutama dari Dinas Kehutanan juga bagaimana pengelolaannya (hutan). Pokoknya semua yang terkait permasalahan itu akan kita panggil, termasuk kepala desa akan kami panggil karena dokumen sementara ada dari kepala desa,” kata Dirkrimsus Polda Banten Kombes Nurullah. Ia mengakui telah memeriksa lebih dari 10 orang, namun hanya empat saksi yang diminta datang ke Polda Banten. Anggota kepolisian pun terus melakukan pemeriksaan dokumen terkait pengelolaan dan kepemilikan lahan di dua gunung tersebut. Selain itu, penyalur dan pemilik kayu gelondongan yang ada di sekitar Banten akan diperiksa, khususnya di sekitaran lokasi banjir bandang dan tanah longsor. “Waktu memantau pakai helikopter, kami melihat ada beberapa wilayah yang bekas tebangan. Namun, kami belum bisa memastikan apakah itu penebangan liar atau bukan. Fokus perhatian penyelidikan ada di daerah yang terkena longsor. Tapi yang terparah di Carita karena sudah mengganggu ketertiban umum dan ada korban yang meninggal dunia sampai satu keluarga empat orang,” tuturnya. Karena itu, aparat kepolisian akan berusaha melacak bencana longsor di Carita yang menyebabkan empat orang meninggal dunia bisa terjadi. “Karena adanya longsor, indikasinya apa. Kita lihat dari prosesnya hingga terjadi longsor. Di Carita itu tidak pernah ada longsor,” tutupnya.

  • 2 Agustus

    Ditemukan, 37 Pekerja Asal Tiongkok di Banten Tak Memiliki Dokumen Resmi

    tribratanewsbanten.com – Kepolisian Daerah (Polda) Banten memastikan bahwa dari 70 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang sempat ditahan, sebanyak 37 di antaranya terbukti tidak memiliki dokumen atau ilegal. Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten, Kombes Pol Nurullah mengatakan, dari 70 TKA asal Tiongkok yang sempat diamankan tersebut, sebanyak 37 diantaranya tanpa dokumen atau illegal. “Yang tidak memiliki dokumen tersebut akan kita serahkan ke imigrasi untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kombes Pol Nurullah, Selasa (01/08) Sedangkan untuk TKA yang memiliki dokumen, lanjut Nurullah, akan dimembalikan kepada perusahaan yang memegang proyek pembangunan pabrik semen tersebut. “Kita sudah melakukan pemeriksaan pada pihak perusahaan yang menjadi subkontrk dari PT C, jumlahnya tiga orang, semuanya penanggungjawab,” paparnya. Kombes Pol Nurullah mengatakan pihaknya kembali menelusuri sisa TKA yang belum diamankan. Ditrekrimsus Polda Banten kembali menurunkan petugas untuk langsung melakukan penelusuran di sekitar lokasi pembangunan pabrik di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang. Menurutnya, dengan terbuktinya sejumlah TKA asal Tiongkok yang tidak memiliki dokumen, perusahaan yang bertanggungjawab atas TKA tersebut terbukti melanggar UU Ketenagakerjaan. “Sanksinya seperti apa nanti kita lihat hasil pemeriksaan,” ujarnya. Untuk diketahui, kemarin, senin (01/08), Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Krimsus Polda Banten mengamankan kurang lebih 70 TKA asal Tiongkok yang tengah mengerjakan proyek pembangunan pabrik semen di Pulo Ampel, Kabupaten Serang. TKA ilegal asal Tiongkok tersebut bukan tenaga ahli namun pekerja yang mengerjakan pekerjaan kasar yang bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. Kasubdit I Indag Ditkrimsus Polda Banten AKBP Dani Arianto, menjelaskan para TKA ilegal tersebut mendapatkan gaji yang sangat besar. Untuk pekerja kasar mendapatkan gaji kurang lebih Rp 15 juta per bulan. Sementara pekerja kantor mendapat gaji Rp 20 juta hingga 25 juta per bulan. “Perbedaan gaji antara pekerja lokal dan pekerja asing sangat jauh berbeda. Untuk pekerja kasar dari lokal Indonesia hanya diberi gaji Rp 2 juta per bulan. Rata-rata gaji pekerja lokal hanya Rp 80 ribu per hari. Sedangkan pekerja asing diberi gaji Rp 500 ribu per hari,” jelasnya. Untuk membangun pabrik semen tersebut, PT S mensubkontrakan proyek tersebut terhadap tujuh perusahaan salah satunya adalah PT. Indonesia River Engineering. “Ada perusahaan lain yang sama asal Indonesia, ada juga yang bertuliskan Cina,” ujarnya.

  • 1 Agustus

    Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Mengamankan Sebanyak 70 TKA Asal Tiongkok

    01-08-2016-tka-ilegal-asal-tiongkok

    tribratanewsbanten.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) segera berkoordinasi dengan Polda Banten terkait 70 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang diduga ilegal, yang ditangkap Polda Banten di wilayah Banten, Senin (1/8). Sebagaimana diberitakan, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten mengamankan sebanyak 70 TKA asal Tiongkok yang diduga ilegal Senin (1/8), karena tidak bisa menunjukan dokumen apa pun. Seluruh buruh yang dipekerjakan oleh PT Indonesia River Engenering itu sedang mengerjakan proyek pembangunan pabrik semen, di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten. Ketika polisi meminta memperlihatkan dokumen lengkap, seperti paspor, dan izin bekerja, para tenaga kerja kasar itu tidak bisa menunjukkannya. Kemudian, petugas langsung membawa 70 TKA tersebut ke Mapolda Banten untuk dimintai keterangan. Menurut Kombes Pol Nurullah, dugaan sementara tidak memiliki dokumen, tapi nanti pihaknya terus mendalami keterangan mereka. Sebelumnya, pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan berdasarkan laporan dari warga yang resah dengan keberadaan tenaga asing yang rata-rata tidak bisa bahasa Indonesia itu.